Kamis

AKU KAMU DAN DIA

Aku kamu dan Dia
seperti tiga orang yang sedang di Gurun perasingan
Aku Kamu dan Dia
tak akan pernah sanggup saling tinggalkan satu dan yang lainnya
Aku Kamu dan Dia
suka atau tidak suka tak ada alasan untuk tidak berbagi keteduhan
Aku Kamu dan Dia
Hanya mampu pasrah pada takdir akan bagaimana nantinya
Aku dan Dia
hanya bisa menunggu kemana ahir muara cintamu
Aku dan Dia
berharap banyak menjadi pemenangnya
Aku
ingin menjadi pemenang hatimu dan hatinya
Dia
memandang tak ada aku di sampingmu
Kau dan Dia
memaknainya dengan komitmen dan serentetan pengertian cinta
Kau dan aku
membahas beningnya embun dengan satu kaca mata cinta
Aku Kamu dan Dia
entah bagaimana ahirnya.......

dan disini aku hanya mampu berdoa Aku Kau dan Dia dapatkan yang terbaik meski bukan yang kita Mau

Senin

IBUKU


Ibu ku... mungkin dia tak sehangat ibu yang lainnya,yang bisa memelukku erat dan mnyediakan waktu untuk menenangkanku dikala aku galau.tapi aku yakin ada cinta di hatinya untukku.
Ibuku adalah manusia biasa,sama sepertiku. tak jarang kami berselisih paham akan beberapa hal,seperti masa depanku dan keputusan lain yang aku ambil.Dan tak jarang caranya mencintaiku tak sejalan dengan inginku.Tapi aku percaya ibuku adalah yang paling mencintaiku.
Masih teringat jelas senyum indahnya dulu yang tersaji dari paras ayu,yang mampu menenangkanku ketika ku sedih,sentuhan tangannya yang lembut menggandengku mengajariku berjalan dan membimbingku menyusuri setiap langkahku ketika masa kecil itu.serta pelukan hangat ketika aku menangis tersedu.
Ibu..... aku tahu keadaan telah berbeda,kau tak lagi sanggup memelukku,menyajikan senyum yang indah seperti dulu,dan tutur katamupun tak sebijak saat itu.Aku tak salahkan siapa2 atas semua itu,bahkan keadaan yang membuat jasad kita berjarak.Karena aku yakin satu hal, Cinta kau padaku kan senantiasa bercahaya... meski kau sempat ingkarinya.Aku yakin Cinta itu..... selalu ada untukku.
ibu... munkin aku telah banyak cacat di matamu,ibu munkin aku tak seperti yang kau impikan,tapi ibuku sayang aku adalah anakmu yang pernah kau beri cinta,sejak aku masih janin,yang akan selalu kau kenal bagaimanapun keadaanku.
Ibu.... maafkan aku....beri aku waktu dan ruang untuk membuatmu bangga padakudan membahagiakanmu, Percaya padaku Ibu.... seperti Aku percaya pada do'amu pada Alloh untuk selalu menjagaku....
Ibu... apapun keadaanmu aku akan selalu ada ......... dan akan selalu berusaha ada untukmu...
I love U mom....forever n for always

Sabtu

LONG VACATION

part II

Malam itu aku baru keluar kosku jam sembilan lebih seperempat.Terlalu dini sebenernya,tapi toh aku harus mengamati beberapa hal sebelum menentukan letak dan model barang yang aku letakkan.Meski aku telah membuat gambaran sketsaku.Tapi, kepuasan pelanggan adalah yang utama.
" and give me littla try..!!!!!!" teriakan handphoneku membuyarkan renunganku akan gambar yang aku buat.
" nih !! " ucap Sofi sambil menyodorkan handphoneku ke arahku," Pak Arifin" lanjutnya yang menjawab tanpa aku tanya.
" Ya Pak...?"
" Tifa jadi kesini jam berapa ?" tanya pak.Arifin dari seberang sana.
" Ini saya masih di jalan Pak!"
" O iya..saya takut Tifa lupa "
" oh tentu tidak kok Pak, saya kan da menyanggupi.."
" ok klo gitu saya tunggu ya ,Tifa "
Obrolan kamipun terputus,
" Kenapa Pak Arifin mbak?" tanya sofi tanpa melepas pandangannya dari jalanan
" gpp cm pastikan aku g lupa aja sama jadwal hari ini "
" o....... "
hujan nampak mulai menyapa bumi malam itu,tetesnya masih rintik-rintik.Aku dan Sofi masih tetap meluncur menyusuri aspal yang mulai basah oleh tetes2 air hujan.
" Sof! jangan lupa..besok kita da jadwal ke Puri Manyar...kamu ingetin anak2 jangan sampai ada yang terlambat?" ucapku setelah membuka pesan teks dari Mas Andra.
" Sip mbak..." jawab Sofi sambil nyengir
Sofi adalah temen laki2 aku mengenalnya empat bulan yang lalu, ketika aku mencari bassist untk band yang aku manajemenin.dan,lama kelamaan aku da menganggap dy seperti adikku sendiri dan begitu pula dengannya.
" ntar pulang jam berapa Mbak!!"
" kurang tahu,tapi ntar aku tlp kamu deh...gpp kan?"
" Siap Bos!! "
ahir- ahir ini sofi yang rajin mengantar jemput aku.biasanya galih dan tatak yang mengantar jemput aku.semua adalah temen-temen yang sayang sama aku.
" Depan belok kiri Sof..... kita lewat pintu belakang."
" ok.."
2 menit kemudian Sofi sudah memarkir swift biru metalicnya d area parkir.kami pun serempak keluar...dan segera menuju bagasi mobil untuk menurunkan beberapa peralatan dan pernak pernik yang akan di pasang di area display sebagai pendukung desainku.
" kamu nggak tertarik cari kerja yang lain ta Mbak...?" tanya Sofi sambil membantuku membawakan tasku hngga ke lokasi tempat kerjaku." jam kerjamu ini kan g normal...pasti banyak yang mengira macam-macam tentang kamu"
" Maunya sih gitu Sof..! tapi aku kan cm tamatan SMu..emang di percaya gitu..? di syukuri ajalah " jawabku sambil tersenyum menanggapinya." by the way... thaks ya Sof.!"
" Ok deh mb... ati-ati ya.... !"
" kamu juga sof.."
Sofi beranjak pergi meninggalkanku sendiri,tanpa membuang waktu akupun langsung beranjak memasuki ruangan area kerjaku, dan langsung memulai pekerjanku.menata ini dan itu,memasang walpaper,bebrapa hiasan dan lampu-lampu sebagai efek cahayanya.tapi ditengah-tengah aku sibuk menata lampion yang menggantung di atas tiba-tiba kursi tempatku berpijak bergoyang,dan otomatis membuatku kehilangan keseimbangan.
" ahhhhhhh...!!!" sebuah teriakan terkejut terdengar sayup2 dari arah luar kaca.secara refleks akupun segera melempar pandang asal suara itu berasal.sesosok pemuda berbadan tegap memandangku dengan matanya yang tajam.
" maaf...."ucapku spontan.
sebuah senyum merekah dari wajahnya.dari bibirnya aku menangkap kata "nggak apa-apa" yang berarti dia menerima permintaan maafku.aku segera membalas senyum itu dan kembali menyelesaikan memasang satu lampion.
" tok..tok..tok "suara kaca di ketuk,oh ternyata pemuda tadi belum juga beranjak dari tempatnya berdiri.
" Apa?" tanyaku padanya,pemuda itu memberikan isyarat " ke kiri..." begitu huruf2 yang aku tangkap dari bibirnya." yang mana?"
pemuda itu menunjuk k arah lampion kecil di sebelah kanan ruangan.
" bagaimana? " Tanyaku padanya...dan aku dapatin dy menganggukkan kepalanya ke arahku.yang berarti dy setuju. " tunggu..!!" pekikku.mencoba mencegahnya untuk beranjak pergi.Aku segera mengambil langkah keluar dari area etalase.
" Nih!!" aku sodorkan sebuah susu kotak padanya,ketika aku telah smpai tepat dihadapannya.
" apa ini?"tanyanya padaku
" sekedar ucapan terima kasih aja"
" aku memotong jam kerjamu?"tanyanya padaku.
" Tidak..!! aku hanya mengambil istirahat saja...kau sama sekali tidak mengganggu."
Pemuda itu tersenyum padaku " kalau begitu kapan - kapan aku boleh dong mengajakmu makan?"
" asal jelas saja makanannya... jangan menyan"
tawapun berderai di antara kami.entah mengapa keberadaannya terasa aman bagiku,meski tampangnya sedikit nampak seram,tapi sepertinya dia cukup humoris.

Selasa

GATOT KACA MENCARI JODOH

part II

" betapa malang nasib ku........" sebuah nyanyian bergaya sinden terdengar samar-samar begitu merdu dan damai.serta memilukan hati. membuat sang Anoman tertarik untuk mengetahui siapakah sang pelantunnya.Anomanpun tak ingin membuang waktu lama,dia segera bergerak mencari asal muasal suara tersebut.di telusurinya satu..satu gang2 semut gang kelinci hingga jalanan besar.ahirnya Anomanpun menemukannya,suara itu berasal dari seorang gadis manisyang sedang menangis sambil mengiris bawang putih...
"Ai...ai.. wahai gadis manis apakah gerangan yang membuatmu menangis dan meratap sedemikian rupa?"
"arrrrrrrrrrhhhhhhhhhhhhhhh ....."sang gadis pun menjerit sedemikian rupaketika mendapati sosok anoman berbicara bahasa manusia."maaf mbah... saya memang berniat minta nomor, tapi kok mbah sudah dateng duluan.padahal nomor togelnya lum saya beli?"
" waduh saya bukan peramal nomor togel cah ayu...saya anoman... Anoman? tau kan?"
" Anoman???? ...........o iya ya..Anoman aku inget......."jawab sang gadis itu
" baguslah klo ingat..! klo kamu namanya siapa cah ayu?"
" namaku bawang putih tuan anoman"
" o... Bawang putih..ya..ya..ya.."
Sejenak Anoman berpikir,sambil mengamati bawang putih dari ujung rambut hingga ujung jempol kakinya.
"Kayaknya ini aja cocok ni buat tuanku" batin anoman " Bawang putih....!!" sapa Anoman.."Bersediakah kamu untuk saya ajak ke negeri saya..?"
"mau jadi TKW ya....?" tanya bawang putih dengan polosnya "Anoman sekarang da buka usaha jadi calo TKW gitu?...aduh aku g mau ah...."
"yeeeeee..... ni bocah dari tadi cepat sekali kamu fonis orang....saya bukan agen TKW... tapi saya mau mengajak kamu ntuk mengikuti kontes untuk menjadi istri Tuanku Gatot Kaca
" Gatot kaca..??????????"
" Iya.. Gatot kaca....sang satria mandra guna itu...masa g tau?"
" lho... yang bener itu ..kontes jadi istri Gatot kaca apa Mandra sih...anoman ngomongnya ruwet..klo Gatot kaca aku mau... tp kalo Mandra ..aku ogah..cz da punya istri"
" Cantik - Cantik kok lontong...."gumam gatot kaca mendengar ucapan si Bawang puti
" Anoman belum makan ta? kok mw minta Lontong ?"
" Ah... sudah- sudah... " Anoman agak kesal mendapati si Bawang putih yang ga ngerti bahasa era millenium ini."intinya mau atw tidak jadi Istrinya Gatot Kaca?"
" ehm...... gmn ya...." sejenak Bawang putih nampak berfikir keras,matanya menerawang entah kemana " memang kalo saya jadi istrinya gatot kaca keuntungannya apa? klo sama sengsaranya ikut keluarga tiri saya....mending saya jadi TKW aja"
" E... banyak untungnya....gatot kaca itu kaya lo....asetnya banyak dan yang penting lagi dy punya asuransi lo.."
" saya itu ga kepengen macam - macam...mengingat saya yang hanya seperti ini saya cm amu yang Asal-asalan aja,Asal ganteng...asal kekayaannya banyak... asal saudaranya g banyak biar g rebutan...asal baik..asal cakep...asal bodynya ok...asal taat agama..dan yang terpenting asal dy bisa menyayangiku...hehehehhe"
" huh judulnya aja asal - asalan...tapi penjabarannya panjang lebar"gerutu Anoman sekali lagi akan ucapan bawang putih.."semua kriteria itu masuk semua kok...d jamin ga kekurangan...d jamin pke asuransi heheheheheh"
" asuransi... ?"
" iye misal gatot kaca sakit atw kecelakaan situ masih punya duit buat biaya hidup ya kan?" jelas Anoman dengan singkat
"o............... gitu ya... jadi kalo gatot kaca terkena musibah apa-apa saya dapat tambahan uang gitu?
" bener sekali ..pinter juga ahirnya ...heheheheh"Anoman tampak puas dengan tanggapan bawang putih.
" WAh... buagus itu...klo sampe KAkang GaTot Kaca kurang kasih uang belanja... tinggal di potong kelingkingnya aku kan dapat uang hehehehhehe"
" Glodak.........kok niatnya da jelek gitu???"
" ya iya ta... gatot kaca kan asli indonesia tulen...bener to..?"
" lha terus hubungannya apa sama iris - iris kelingking segala..?
" lelaki jawa itu mayoritas rajin nikah dan kawin,nah klo nanti kakang Gatoyt Kaca kawin lagi trus klo dy kasih uang belanjanya kurang alias ga adil...tinggal..."
" Stop!!!!! wah.. bakat mutilasi juga ya...? "potong Anoman " Tapi ya gpp lah... dari pada g ada wakil dari Nusantara ini "gumam Anoman selanjutnya " Jadi bagaimana ? mau tidak ?" tawar Anoman sekali lagi pada Bawang Putih.
Sejenak bawang putih pun berfikir keras...
" Jangan lama - lama mikirnya.. ntar saya lempar ke wanita lain"
" OK deh.. dari pada d sini di rong-rong bawang merah dan ibunya.. saya ikutr saja"
" Jadi terima ini?" tegas Anoman.
" hehehehehheheheheeh " jawab Bawang putih dengan senyum manisnya
" Ok deh kita berangkat..!!!"Teriak Gatot Kaca penuh semangat.
" jaNGAN OK OK aja... gmna berangkatnya nih...?"
" o iya ya...heheheheh. tenang - tenang Anoman kan bisa terbang.. kita terbang aja..ngirit BBm kan?"
" o.... gitu... ok deh"
" Berangkat.............!!!" teriak bawang putih dan Anoman secara bersamaan.
Maka berangkatlah mereka bersama-sama menuju Isatana sang Gatot Kaca.

(To be continue)
"

GATOT KACA MENCARI JODOH

part I
Pagi ini sang Gatot kaca nampak sedikit gelisah,duduknya nampak tidak tenang.Sesekali dia berpindah posisi bahkan tak jarang dia beranjak berdiri sdan kemudian mondar mandir tanpa arah.Nampaknya sang Gatot Kaca sedang dirundung masalah yang besar.
"Ada apa gerangan Tuanku gatot kaca,nampaknya anda sangat gelisah sekali?" tanya Anoman yang mulai tidak dapat menahan rasa penasarannya.
Namun Gatot Kaca tak segera menjawab pertanyaan anoman dia hanya memandang sekilas wajah abdinya yang setia itu.Anomanpun tak berani mengulang pertanyaannya dia lebih memilih diam dan menunggu sang Gatot kaca untuk angkat bicara.keadaan sunyi sekitar 20 menit sudah dan sang gatot Kaca belum juga mengeluarkan suaranya.
"Anoman!!" Panggilnya lirih pada abdi setianya."Apa saya ini jauh dari sempurna?"tanyanya kali ini sang Gatot kaca mengabil posiisi d depan cermin kamarnya.
"O.. tentu tidak,Tuanku justru adalah yang sempurna...otot baja balung besi tuanku seluruh dunia mengakui ke unggulan Sang gatot Kaca itu" puji Anoman sebagai jawaban pertanyaan sang Gatot Kaca.
"Tidak usah menjilat berlebihan begitu Anoman.....seingat saya.... saya belum mematenkan julukan itu,wah .. bau ingat saya Anoman ,bagaimana nanti klo keduluan sama Super Man?"ujar Gatot kaca semakin panik saja
" Wallah tidak usah kawatir tuanku, klo memang julukan otot baja balung besi memang sudah di klaim oleh Super Man ,tuanku masih punya satu keunggulan yang tidak munkin di klaim oleh Super Man"
"Apa itu ?" tanya sang Gatot Kaca dengan penasaran yang tinggi
"Kumis melintir baja Tuanku... Super Man tidak munkin dapat me ngeklaimnya to?"
Sebuah senyum mengembang di wajah Sang Gatot Kaca,sebuah kepuasan nampak sedang menghinggapi satu sudut hatinya.
"Pintar kamu Anoman,benar juga saya tidak pelu berebut dengan Super Man hhahahahaahahahaah "
"Tuanku..."
"Ya...? " tawa sang Gatot kaca segera terhenti mendengar sapaan Anoman.
"Kalau tuanku tidak keberatan bolehkah saya mengajukan satu pertanyaan ?"
"Tentu saja Anoman bertanyalah ...!!"
"kalau boleh saya mengetahuinya.. apakah gerangan perkara yang membuat tuankugelisah sejak pagi tadi....?"
Wajah sang Gatot kaca yang semula berseri kembali mendung.di kerutkan dahinya berkali-kali seraya memegang kumis tebalnya.
"Begini saya ini kan gagah,perkasa,pahlawan tanpa tanding...benar kan?"
"Betul sekali itu tuanku ... andalah sang pahlawan tanpa Tanding itu "tegas anoman atas pernyataan Tuannya.
"saat ini saya sepertinya berkeinginan hendak melepas saja gelar Pahlawan tanpa tanding ini"
"lho... knapa tuanku?"sahut Anoman terkejut bukan kepalang"bukankah itu gelar yang banyak di idam-idamkan semua pahlawan seantero jagad ini?"
"ittu karena sampe saat ini saya sedang merindukan lawan tanding,saya sudah bosan ini sendiri terus.."
Anoman kebingungan mendengar ucapan tuannya tersebut "maksudnya apa to.. Tuanku sang Gatot Kaca yang perkasa !!"
"ya... saya kan lelaki yang.... tangguh, perkasa dan gagah berani bukan?semua orang sudah mengakuinya"
"benar sekali tuanku... lantas ?"
" ya saya pengen punya lawan tanding..Anoman,yang lembut,anggun dan lemah gemulai tapi juga yang bisa menghadapi keperkasaan dan ketangguhan saya"
"waduh tuanku ini kok aneh- aneh saja.... ya mana ada mahluk yang lemah gemulai, anggun, dan lembut menjadi lawan tanding Tuanku di medan pertempuran?"
"ya jelas g ada to ... klo di medan pertempuran perang...yang saya maksud medan yang lain..."
"yang lain? maksud Tuanku?"
"Medan yang itu lo...."jawab sang Gatot kaca seraya mengangkat alisnya beberapa kali.tapi ruppanya itu tidak menjelaskan apa-apa pada Anoman.Anomanpn masih bingung dengan pemikirannya yang sibuk menebak-nebak maksud sang Gatot kaca.
"susah ngomong sama orang yang IQnya gulung tikar kayak kamu...'gumamGatot kaca
"lho saya kan bukan orang Tuanku... saya kan Monyet... Tuanku lupa ya...?
" iya ya.....heheheheheheh"
"makanya tuanku... di perjelas saja perkatannya... yang di maksud dengan lawan tanding itu apa? trus medan yang lain selain medan pertempuran itu apa?saya ini tidak biasa menerima intruksi seperti itu yang saya pelajari dari kecil itu itruksi yang sedehana saja Tuanku...seperti...Sarimin pergi ke pasar...atau sarimin naik sepeda...begitu Tuan"
" Lho kok sarimin? namamu kan Anoman?"
" Itu kan nama saya setelah saya masuk kitab Ramayana oleh Maharsi Valmiki ,sedangkan nama saya yang asli ya sarimin itu Tuanku"
" itukan nama Artis kamu ya? berarti KTP kamu sekarang masih sarimin dong....?"
" Iya Tuanku... wah pasti Tuanku tidak memeriksa data sensus ya...?
" hehehe iya Anoman sudahlah... kembali k topik awal saja"
" iya bener Tuanku ....gimmana-gimana tuan?pertanyaan saya tadi?"
" sebentar - sebentar.. pertanyaanmu tadi apa Anoman? saya Lupa.."
" waduh tuanku ini Satria gagah tapi kok pelupa....ck..ck..ck.."
" Kesatria kan juga manusia, ya kan?"
" he iya... Tuanku..jadi gmn?"
" kembali ke topik " tegas sang Gatot Kaca, "sebentar saya ingat-ingat dulu pertanyaan kamu tadi"
Sejenak pun sang Gatot Kaca nampak berfikir keras.
"saya bantu saja tuanku, bagaimana?"
" tiadak usah Anoman, saya kan mahluk cerdas dan ber IQ tinggi saya pasti bisa!!"
sekitar 20 menit anoman menunggu sang Gatot Kaca mengorek-ngorek ingatannya.
" Nah anoman saya sudah ingat!" teriak Sang Gatot Kaca dengan wajah yang bersinar-sinar "jadi,yang di maksud dengan lawan tanding yang lemah gemulai,anggun dan lembut adalah wanita. dan yang aku maksud dengan medan yang lain selain medan perang itu ya... kasur... atau ranjang?"jelas sang Gatot kaca "jadi yang intinya adalah aku ini pengen cari jodoh...Anoman"lanjut sang gatot kaca.
" oalah Tuanku...Tuanku, lha wong mau ngomong pengen kawin aja repot banget.."
Sang Gatot kaca hanya tersenyum tersipu-sipu menghadapi sikap anoman .
" Tuanku tinggal bilang saja.. mau yang bagaimana biar saya yang carikan" tawar anoman dengan semangat yang menggebu-gebu.
" ya.. yang seperti tadi anoman...lembut, lemah gemulai dan anggun,gmn? kamu sanggup?"
" Sendiko dawuh Tuanku, saya sanggup melakukannya,saya akn kerahkan seluruh jiwa raga saya untuk kebahagiaan tuanku Gatot Kaca yang agung"
" alah g usah lebai... kamu ini bantuin saya cari jodoh bukan berangkat ke Medan perang..."
" lho ga apa2 tuanku biar terkesan dramatis gitu lho...heheheeh"
" yo..yo.. teerseah kamu...pokoknya dapet sesuai pesanan saya ok?"
" Ok Tuanku saya Berangkat!!"
Maka berangkatlah Anoman untuk mencari calon yang sesuai dengan keinginan sang Gatot kaca. Dia terbang menyusuri langit ber start d tanah melayu ber rute mengelilingi mengelilingi 5 benua dan 4 benua.Meenjelajah setiap Rt ,Rw ,desa,kelurahan, kecamatan, kabupaten,kota madya,Propinsi,Negara, bahkan dia sempat menemi ibu negara ani yudoyono,maksudnya mau meminang anisa pohan sayangnya anisa pohan itu menantunya ibu ani yudoyono jadi batal deh.
" waduh... gmn ini, seluruh pejuru nusantara ini sudah saya obrak abrik.. tapi belum ada yang cocok dan sesuai dengan kriteria Tuanku" keluhnya."ssebenarnya bukannya belum dapet sih.. tadi,da ketemu Donita..artis "cinta fitri" itu.. e ternyata dia da balikan sama mantannya,da g pnah nonton infotaiment,mau ngaja Tamara bllezenski kasusnya juga sama.e.. ketemu si gadis anggun kinyis-kinyis pas lewat rumah ibu negara ... lha kok ternyata menantunya.pantesan dulu saya g pnah lihat.d rumah ibu negara.
" betapa malang nasib ku........" sebuah nyanyian bergaya sinden terdengar samar-samar begitu merdu dan damai.serta memilukan hati. membuat sang Anoman tertarik untuk mengetahui siapakah sang pelantunnya.Anomanpun tak ingin membuang waktu lama,dia segera bergerak mencari asal muasal suara tersebut.di telusurinya satu..satu gang2 semut gang kelinci hingga jalanan besar.ahirnya Anomanpun menemukannya,suara itu berasal dari seorang gadis manisyang sedang menangis sambil mengiris bawang putih...
"Ai...ai.. wahai gadis manis apakah gerangan yang membuatmu menangis dan meratap sedemikian rupa?"
"arrrrrrrrrrhhhhhhhhhhhhhhh ....."sang gadis pun menjerit sedemikian rupaketika mendapati sosok anoman berbicara bahasa manusia."maaf mbah... saya memang berniat minta nomor, tapi kok mbah sudah dateng duluan.padahal nomor togelnya lum saya beli?"
" waduh saya bukan peramal nomorc togel cah ayu...saya anoman... Anoman? tau kan?"

Kamis

Long vacation

Part I

Pagi itu tanggal 1 januari 2009,Hujan gerimis mengguyur kota Malangku.menghambat langkahku menuju toko fotocopy yang masih 100 meter dari tempatku saat itu.Perlahan gerimis itu berubah semakin deras,membuatku menyerah dan berteduh poskamling warga sekitar yang terletak didepan rumah berpapan nama "ketua RW" berjarak 3 meter dariku.
"untung lagi libur kerja,jadi g buru-buru.Apalagi payungku lagi rusak"batinku sendiri saat itu.
dengan sabar aku menunggu hujan reda,tapi sepertinya hujan tak menyadari hal itu,dia sedang asik melepas kangennya pada bumi hingga kira-kira hampir 2 jam sudah aku membuang waktuku percuma hanya untuk memandangi dia yang menari kegirangan di atas aspal.dan sesekali menyapaku dengan titik-titik airnya yang melompat ke permukaan kulitku tanpa permisi.Ingin aku mengumpatnya...tapi kuarasa dia tak bersalah.Jadi kupilih untuk memeberikan seikit rasa toleransiku padanya.Kupilih jalan lain untuk menghabiskan waktu menunggunya bosan bercumbu rayu dengan bumi ini.
Kulayangkan pandangan mataku pada lalu lalang kendaraan yang melintas di hadapanku.sebuah mobil honda swift warna biru metalic meluncur kencang sambil menekan klacson kencang-kencang.mengusir semua kendaraan di depannya terutama motor gede ber merk kawasaki yang nampaknya agak kewalahan menerjang derasnya hujan.dan nampak di seberang jalan dua orang gadis berjilbab sedang berjalan pelan-pelan di bawah payung warna hijau muda menyusuri trotoar sempit yang sebentar lagi terendam dengan luapan air dari selokannya yang tersumbat.Samar-samar mataku menangkap satu sosok yang rupanya bernasib sama denganku,sebuah tubuh berbalut kaos putih dan celana jeans 3/4 warna biru gelap.menurut perkiraanku dia laki-laki.
"Give me little try....haiiiiiiiiiiiyaaaaaaa"begitu syair lagu original sountrack pricess hour yang melantun keras dari handphone ku,membuyarkan pengamatanku pada sosok yang berdiri lurus di hadapanku itu
"ya... Nor.."sambutku pada sapaan Halo dari seberang sana.
"d mana?"
"di jalan... lagi berteduh,di sini hujan deres banget"Jelasku pada Nora..temen satu kamarku di kosku yang terletak di jalan Mayjend Panjaitan no.85 kota ini."kanapa Nor..?" sambungku.
aku pikir kamu di kosan... mau minta ankatin jemuranku di lantai atas.tapi da hujan ya sudah g jadi"
"ooooo...tenang da aku titipin mbak Min,moga aja dia g lupa"
"moga-moga aja ya..soalnya da menipis stok baju keringku ..Fa.."
"sama..Nor"
"ya udah klo gitu aku kerja lagi ya Fa.."
"ok.."
Sambungan seluler kami terputus dan usai sudah obrolan singkat itu,tapi Hujan masih saja deras meski tak selebat tadi,tapi aku rasa masih cukup membuatku basah kuyup kalau aku menerjangnya.Dan aku ga mau nekat mengambil resiko itu,karena efeknya g cukup cm basah..bisa berkembang jadi masuk angin,flu dan 2 sahabat mereka yaitu batuk dan demam.
"uhfffffff ..... aku bosan,ini sudah hampir 3 jam"keluhku dalam hati
sekali lagi aku coba menyapu pemandangan samar-samar di balik tirai hujan yang rimbun.dan sekali lagi aku tersita pada sosok yang berdiri tegak lurus di hadapanku.Dan kali ini aku yakin 100% dia laki-laki atau Pria,karena tak aku dapati tektur menonjol pada dadanya saat dy mengganti posisi tubuhnya menghadap ke samping,meski durasinya hanya beberapa menit saja,itu sudah cukup membuatku yakin akan jenis kelaminnya.
Bosan aku rasanya..tak tahu lagi harus bagaimana mengusir rasa ini,andai saat ini aku tidak berteduh di pos kamling..seandainya di jalanan ini di bangun sebuah Coffe shop,aku kan berteduh di sana sambil duduk di dekat jendela menikmati segelas black coffe panas.Ataw setidaknya aku tidak sendiri saat ini ada seseorang yang menemaniku di sini berbagi cerita satu sama lain,atau membahas hal- hal ringan.jadi aku tidak bengong tanpa arah tujuan seperti ini.Seandainya sosok yang di depan itu berteduh bersamaku,munkin saat ini aku tidak akan main tebak-tebakan dengan jenis kelaminnya.Mungkin saat ini kami sudah asyik bercerita tentang genre musik,atau munkin menggunjinkan tentang cuaca yang tak menentu ahir-ahir ini.
Ternyata kulitnya kuning langsat,tapi tetap kelihatan macho dengan beberapa otot yang nampak terbentuk dengan baik membalut tubuhnya."hmmmmmmm tampan juga" gumamku sendiri.perlahan tapi pasti aku bisa melihat bagaimana parasnya.sepasang bibir mungil berwarna pucat nampak bergetar menggigil kedinginan di bawah naungan hidung mancungnya,di lengkapi sepasang bola mata berwarna coklat terang berbingkai alis tebal bersinar tajam lurus ke arahku..."eits ke arahku?berarti dy melihat padaku..?aduuuh jangan -jangan dia sadar kalau aku memperhatikannya"batiku sambil segera manundukkan kepalaku seolah memandang layar handphoneku berpura-pura sedang mambaca sms.
"semoga saja dugaanku salah"gumamaku seraya memberanikan diri mengangkat kepalaku menatap hujan yang mulai sedikit reda
"ah..."aku terkejut ketika kedua mata kami saling bertatapan,rasa malu segera menguasaiku dan sialnya rupanya aku tak dapat menyembunyikan rona merah pipiku ketika dia melempar senyumnya padaku yang berkembang menjadi tawa kecil.Satu-satunya cara yang terpikir untuk meminimalisir rasa ini hanya dengan mendongakkan kepalaku seolah mencoba mencari tahu cuaca saat itu yang jelas-jelas hujan,meski memalukan,tapi cukup ampuh mengembalikan kestabilan mentalku.Dalam hitungan detik aku sudah tenang dan mampu menyajikan senyum balasan untuknya,yang di balas dengan senyuman pula,sebuah senyuman manis dari sepasang bibir pucatnya.Dan selanjutnya kami terdiam di tempat masing-masing hingga hujan reda,meski sesekali kami saling mencuri pandang.
Hujan mulai menjinak, rintiknya tak lagi sederas tadi.sudah lebih lembut dan terkesan manis akupun segera beranjak dari tempatku berteduh,Kembali ke niatku semula keyika melewati jalan ini.sesaat kami sempat bertatap muka saling menganggukkan kepala sebagai pengganti kata pamit.Aku meneruskan langkahku menuju toko foto copy.dan dia pun segera beranjak melesat pergi ke arah berlawanan dengan motor bebeknya yang tak kukenali apa merknya.lagian tak ada pentingnya buatku.
******
"yang bulan Desember mbak...yang ini juga" pintaku pada mbak-mbak pelayan toko foto copy itu

to be continue

Minggu

Short story of the day .......................how?

Istri saya adalah seorang Marketing, saya mencintai sifatnya yang alami
dan saya menyukai perasaan hangat yang muncul di perasaan saya, ketika
saya bersandar di bahunya. Tiga tahun dalam masa
perkenalan, dan dua tahun dalam masa pernikahan, harus saya akui, bahwa
saya mulai merasa lelah. Alasan-alasan saya mencintainya dulu telah
berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.

Saya seorang Pria yang sentimentil meski terkadang saya nampak cuek dan tak peduli.Tak jarang Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang
anak yang menginginkan permen. Tetapi semua itu tidak pernah saya
dapatkan. Istri saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa
sensitif-nya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana
yang romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapan
saya akan cinta yang ideal.

Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, bahwa saya menginginkan PERCERAIAN!

"Mengapa?" tanya Istri saya dengan terkejut.

"Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan" jawab saya.

Istri saya terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya,
tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak.

Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang wanita yang bahkan tidak dapat
mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya?

Dan akhirnya istri saya bertanya, "Apa yang dapat saya lakukan untuk mengubah pikiran kamu?"

Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan, "Saya punya
pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di dalam perasaan saya,
saya akan mengubah pikiran saya.

Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yang ada di tebing
gunung. Kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati.
Apakah kamu akan memetik bunga itu untuk saya?"

Dia termenung dan akhirnya berkata, "Saya akan memberikan jawabannya besok."

Perasaan saya langsung gundah mendengar responnya. Keesokan paginya,
dia tidak ada di rumah, dan saya menemukan selembar kertas dengan
coret-coretan tangannya di bawah sebuah gelas yang berisi susu hangat
yang bertuliskan. ..

"Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya."

Kalimat pertama ini menghancurkan perasaan saya. Saya melanjutkan untuk membacanya.

"Kamu selalu pegal-pegal setelah kamu usai mengerjakan tugasmu yang tak berkesudahan

, dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kaki kamu
yang pegal."

"Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu khawatir kamu akan menjadi
'aneh'. Saya harus membelikan sesuatu yang dapat menghibur kamu di
rumah atau meminjamkan lidah saya untuk menceritakan hal-hal lucu yang
saya alami."

"Kamu selalu terlalu dekat menonton televisi, terlalu dekat membaca
buku, dan itu tidak baik untuk kesehatan mata kamu. Saya harus menjaga
mata saya agar ketika kita tua nanti, saya masih dapat menolong
mengguntingkan kuku kamu dan mencabuti uban kamu."

"Tangan saya akan memegang tangan kamu, membimbing kamu menelusuri
pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan
warna-warna bunga yang bersinar dan indah ."

"Tetapi Sayang, saya tidak akan mengambil bunga indah yang ada di
tebing gunung itu hanya untuk mati. Karena, saya tidak sanggup melihat
air mata kamu mengalir menangisi kematian saya."

"Sayang, saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintai kamu lebih
daripada saya mencintai kamu. Untuk itu Sayang, jika semua yang telah
diberikan tangan saya, kaki saya, mata saya tidak cukup buat kamu, saya
tidak bisa menahan kamu untuk mencari tangan, kaki, dan mata lain yang
dapat membahagiakan kamu."

Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur, tetapi saya tetap berusaha untuk terus membacanya.

"Dan sekarang, Sayang, kamu telah selesai membaca jawaban saya. Jika
kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkan saya untuk
tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang
sedang berdiri di sana menunggu jawaban kamu."

"Jika kamu tidak puas dengan jawaban saya ini, Sayang, biarkan saya
masuk untuk membereskan barang-barang saya, dan saya tidak akan
mempersulit hidup kamu. Percayalah, bahagia saya adalah bila kamu
bahagia."

Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu
dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang segelas susu dan roti
kesukaan saya.

Oh, kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih daripada dia mencintai saya.

Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur
hilang dari perasaan kita, karena kita merasa dia tidak dapat
memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu
sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita
bayangkan sebelumnya.

Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan
kita, dan bukan mengharapkan wujud tertentu. Karena cinta tidak selalu
harus berwujud "bunga"

*sometimes woman being so complex while man being so simple

dan begitu sebaliknya *

Have a WONDERFUL LIFE out there..!!

Senin

kosong

sepertinya harapan itu makin lama makin mengecil saja....perlahan-perlahan cahayanya makin pudar....
tapi aku msih berjalan menuju ke arahnya...klo cahaya itu padam? aku harus gmn?aku takut gelap...gelap tanpa harapan bersamanya....
haruskah aku berlari?ataw aku memotong jalan saja?
aku g bisa mikir

Sabtu

bingung

aku tak tahu bagaimana ini, semua campur adauk.jahat dan baik,hitam dan puth.semuanya.serasa abu abyu saja.
cinta? knapa aku harus cinta kamu? knapa harus kamu yang tiada pnah aku temui bahkan mungkin tak aku kenali bau keringatnya.Tapi knapa da rindu dan egoisme cinta yang begitu hebat menghantam hatiku>
Gila!!
mungkin itu sebutan yang pas untukku saat ini,nanti dan yang lalu.
siapa yang tanggung jawab ?
aku atw kamu yangn aku cinta?
aku bingung,,,,,,, semua buram di hadapanku saat ini.
Knapa? aku mencinta lagi ? bukankah aku sudah mengenal diriku lebih dari siapapun?
aku tahu begini ahirnya.....aku merana g jelas,dan bingung g karuan hrs bagaimana?????

Rabu

Kau dan Aku

Aku kini mengerti.. kita sama,bukan secara fisik Mas,semua pilihan dan tipe juga hampir sama.Kita bukan terinspirasi satu sama lain.tapi memiliki rasa yang sama.Seharusnya aku sadar dari dulu,saat aku kalut kau juga kalut.saat aku puitis kau juga....dan kukira, saat aku mengejarmu...apa mungkin kau juga mengejar wanita yang lain?

Selasa

Cinta Sang Mawar


(Chapter II)
Dingin.....seperti titik embun ketiika singgah ,bukan seperti hujan.Mungkin karena syarafku baru saja hidup setelah mati suri tadi,jadi tak begitu peka.Aku juga sedikit lupa apa yang terjadi tadi yang ku ingat..............
"Sudah mulai segar" Sebuah suara berat mulai memasuki ruang dengarku."Tapi,beberapa daunnya ada yang masih layu"lanjutnya.
"Tentu saja" umpatku dalam hati"aku belum ada persiapan untuk berpindah seperti ini,mana badanku lemas semua dan akarku masih nyeri...aduuuuuh!
"Sesampai di rumahmu pasti baik-baik aja kok" Kali ini suara pak temon,pasti aku hafal benar.Enak saja baik-baik aja,serasa hampir mati begini kok baik-baik saja.tunggu...tunggu...tunggu...apa maksud kalimat terahir tadi itu?"sesampainya di rumahmu?" apakah itu berarti aku akan bepergian? oh....... tidak itu sangat melelahkan,akan ada angin berkekuatan setengah badai yang menerpaku dan aku harus menghadapinya dengan sekuat tenaga."Tidak....Tidaaaaaaaaaaaaaaaak!!!" aku mencoba untuk berteriak...tapi percuma mereka tak akan mendengar.
Mimpi apa aku semalam hingga semua ini terjadi padaku....Tuhan aku kan rajin berdoa PadaMu?aku sudah bahagia di sana....tidak perlu lebih lagi.Sungguh aku tak yakin aku sanggup menjalani hari ini."uuuuuuuuuuuh!"
Tak terdengar lagi suara-suara,semua hening.hanya tinggal semilir angin dan taw riuh para semut yang entah sedang berpesta di mana.Kuputar-putar otakku,mencari bagaimana cara agar aku bisa lari dari keadaan ini.Pura-pura mati? jelas tak munkin aku sudah diciptakan tanpa keahlian seperti itu,tidak seperti hewan ataw manusia yang bisa mengelabui dan bersilat lidah.Sempat terpikir untuk lari....pergi kabur jauuuuuh dari sini.Tapi aku tak punya kaki,aku mahluk berakar.Lagipula aku tak tahu mana-mana."Arrrrrrrgh!!!bagaimana ini?" atau sebaiknya aku mati saja? Tapi aku kan bukan Manusia yang bisa mencabut nyawa seenaknya,meski Tuhan belum berkenan mengambilnya.
"Rupanya hari sudah sore,saya harus pulang.Takut kemalaman di jalan".Terdengar suara itu lagi...padahal aku baru mendengarnya tiga kali dalam hidupku ini,kenapa aku merasa begitu ketakutan ya...Tubuhku juga merinding tak karuan,dan tapa kusadari duri-duriku juga mulai lemas.
Mata pemuda itu memandangiku beberapa kali,dari jauh dan dari dekat kemudian dia memutar-mutar potku beberapa kali membuatku pusing saja dan serasa kram di bagian akar-akar yang tertekuk tak karuan.Mau apalagi sih orang ini! belum puas dia menyiksaku secara batin dan lahir.Dan sialnya aku tak dapat melakukan apapun untuk melawannya.Aku hanya bisa pasrah saja,saat dia mengangkatku dan membawaku menuju sebuah benda aneh yang berbunyi tak karuan,kadang-kadang juga mengeluarkan bau mirip cairan pengusir hama tapi lebih menyengat dengan dua kaki berbentuk bulat dan menyeramkan.Padahal bentuk benda itu sudah sempat memudar dalam memoryku,terahir aku bertemu dengan benda atau mahluk sejenis sekitar 700 putaran matahari yang lampau.
Ada sedikit perbedaan dalam pertemuanku dengan mahkluk ini,dulu Pak Temon hanya memasukkanku dalam sebuah kantong transparan saja,lalu me naruhku di tubuh bagian depannya.Tapi kali ini berbeda manusia yang satu ini menaruhku di bagian tengah tubuh benda atau mahluk aneh ini sambil mengikatlu dengan tali-tali agar aku tak goyah.Aduuuuuh bagaimana ya..... apa menyeramkan seperti dulu,atw bagaimana?...aku sangat mencemaskan tubuhku yang masih lemah ini,tapi aku hanya bisa berdoa semoga Tuhan melindungiku.....yah begitu saja.Akupun menutup mataku perlahan sambil komat kamit memanjatkan doa.
Terdengar suara pPak temon mengucap salam perpisahan pada manusia yang satu ini,disertai sucapan salam beruntun lainnya dari beberapa wanita yang hadir di sana.
"Moga-moga cocok ya.....!"sebuah celetuk terahir yang tertangkap olehku.Dan aku tak peduli lagi aku hanya tetap berkomat-kamit memanjatkan do'a semoga aku akan baik-baik saja.
***
Semilir angin malam membelaiku perlahan,awalnya.Semuanya masih tenang,ada sedikit perasaan lega di hatiku.Namun semua itu segera sirna saat kudengar suara parau dari benda atau mahluk aneh ini.bahasanya sungguh tak mengerti,aku hanya seperti dibentak-bentak saja.Tapi... bau yang menyengat itu tidak terlalu menyengat.Dan....
"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUH" Teriakku sekuat tenaga tanpa dapat ku cegah lagi,Serasa dunia akan hancur perpaduan suara kencang dan paraw yang hampir mirip petir dari benda atau mahluk aneh ini tak pernah henti membentak-bentakku diikuti dengan angin kencang yang hampir mirip beliung.Aku tak berani membuka mataku yang masih kupaksa menutup rapat-rapat.Hingga ahirnya semua mereda,baik suara maupun angin kencang itu.Pelan-pelan kucoba membuka mataku.
"Satu.....Dua.....Tiga..."hitungku sambil perlahan membuka mataku,Aku terperangah dan terkejut setengah mati,banyak sekali kunang-kunang di sekitarku dan ada yang ukurannya 10 bahkan 1000 kali lipat dari yang pernah ku temui.Apakah ini dunia mumpi?
"Auuuuuuu!!!!"teriakku ketika kucoba goreskan salah satu daunku pada salah satu duriku."ini bukan mimpi!!!!"pekikku tertahan.dan jantungku serasa mau jatuh,ketika kudapati banyak sekali benda dan mahluk aneh yang belum pernah kulihat,semuanya bersuara aneh dan menggelegar seperti benda atu mahluk yang sedang kutumpangi ini.Bahkan ada yang lebih besar 10 kali lipat dari benda atu mahluk ini.
Ternyata ada bagian dunia yang seperti ini,knapa lebah tak pernah cerita ya....?bahkan aku sepertinya tak pernah mendengarnya? sejenak aku mncoba menggali memoryku tentang semua cerita yang pernah hinggap di otakku ini,tapi....
"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUh" benda aneh ini melesat begitu saja tanpa bicara dulu padaku,akupun tak sempat menutup mata.Baru ku akui benda ini bagus juaga,larinya begitu cepat.Lama-Lama aku juga agak terbiasa dan sepertinya tubuhku mulai agak kuat,rupanya Tuhan mengabulkan do'aku.Dan akupun mulai sedikit terbiasa dengan suasana ini,tapi sangat sedikit sekali lo.....!
Sebisa mungkin aku coba menikmati keadaan ini,aku mengoyangkan tubuhku kekanan dan kekiri dan sesekali kusenandungkan lagu-lagu yang diajarkan oleh rumput-rumput serta saudaraku yang lain di sana,tempat yang kutinggalkan beberapa saat yang lalu.Aku mencoba menghibur diriku sambil membayangkan bayangan terindah yang berusaha kuhadirkan dalam otakku.
(to be continue)


'

Senin

Cinta Sang Mawar



Mawar itulah nama dan kodratku sebagai jenis tanaman,Aku anggun kata mereka dan akulah pelambang cinta.Mereka terlalu sok tau tentangku.Tau apa mereka tentang cintaku....seenaknya saja memetikku dan bersikap romantis pada gadis2 dengan mempersembahkan diriku,membuatku iri saja.Aku saja belum pernah mengenyam bagaimana rasa cinta itu,yang aku tahu hanya selalu ada tangan-tangan mereka yang merawatku menyinkirkan ulat-ulat yang mencoba memakan daun atau kelopakku.Terkadang mereka juga menyemprotku dengan cairan aneh yang berbau tak karuan hingga membuatku sedikit pusing.sama seperti ulat2 itu,bedanya mereka bisa pergi dan berlari sedangkan aku hanya bisa tetap berdiri di sini dengan akar-akarku melawan terik dan gelap malam,serta kadang menantang hujan.Tapi sesekali ada juga yang begitu gembira memandang bungaku menghirupnya dalam-dalam seolah-olah ingin menelanku.Mereka memuji keindahanku..........ups salah! mereka cuma mengagumibungaku saja.Tanpa itu, aku tak beda dari belukar di sana.
Hari ini tunas-tunasku sudah besar kuncup-kuncup bunga mulai muncul dari ujung-ujungnya.Maka,seperti biasa mereka yang merasa memiliki tanah tempatku berakar ini akan menjengukku sehari 2 kali,Pagi dan sore.dan itu akan berlaku hingga bunga-bungaku siap dipanen.Dan setelahnya,kadang ku merasa lupa mereka ada.....atau mereka lupa aku ada.
"Sungguh enak menjadi kau Mawar" siul seekor lebah pekerja yang juga rajin meninjauku saat seperti ini."dikagumi dan dipuji banyak orang"
" ya...ya...ya..."
"Andai aku menjadi dirimu" angan lebah..."tentu aku tak perlu berkeliling menjenguk tiap tanaman bunga yang ada radius kilometer dari tempat tinggalku sekarang ini,aku hanya tinggal santai santai saja berdiri di atas akar-akar ku"
"Wah ..... aku tak menyangka kau menginginkan menggantikan aku"
lebah hanya tersenyum centil seperti biasa.
"Tapi kau akan menyesal karena kau tak punya kesempatan berkelana"
"Oh benar juga...."jawab lebah dengan muka kocaknya yang terbelalak seolah amat sangat terkejut.
Aku tertawa cekikikan sendiri saja,sambil menggoyang-goyangkan dedaunanku.
"Aku pergi dulu Mawar... hari keburu gelap.aku harus menjenguk Oma mahoni yang tumbuh 200mtr lagi".
"Ok.....sampaikan salamku padanya?"
Lebah tersenyum lebar menyeringai seraya meninggalkanku.
Aku tak menyadari kalau itu adalah terahir kalinya aku mengobrol dengannya.
***
Esoknnya pagi-pagi sekali ketika fajar masih baru mengintip dari balik tempat persembunyiannya,dua pasang langkah kaki mendekat perlahan padaku.Mataku yang masih sendu mangerjap-ngerjap mencoba melawan kabut di sekitarku.
"Warnanya putih".Terdengar sebuah suara berat sedikit parau mengeluarkan kata-kata itu,itu pasti Pak Temon.menurut bisik-bisik serta celoteh yang singgah di ruang dengarku,dialah pemilik tanah tempatku berakar ini.
"OOOOps" pekikku tertahan ketika ku menyadari sepasang mata memandangi setiap jengkalku dengan seksama.Jantungku berdegup kencang saat itu,dan kembali lagi seperti semula ketika kudapati sebuah senyum manis kepuasan terlukis di wajah garangnya itu.
"Aku pilih yang ini saja"Ucapnya tiba-tiba.
"Yakin tidak mau yang lain?" tanya Pak Temon mencoba memastikan jawaban pemuda itu yang belum sempat ku tahu namanya.
tunggu......... apa maksudnya tadi itu? yang ini saja? apa dia mau mencabutku? tidak...tidak pasti sakit ketika akar-akarku ada yang patah nanti..semoga ini hanya dugaan saja.
Sial,ternyata aku salah kurasakan perih yang sedikit demi sedikit merayap di setiap akarku...hingga akhirnya aku sadar aku terpisah dengan..........tanah ......ku
"AAAAAAAAAAAAArgh , Kau pergi!!!!!!!"teriak cacing kecil yang tinggal tak jauh dariku."kenapa tak bilang?"
Aku hanya diam,tenagaku perlahan habis hingga tak sanggup meski hanya untuk menggoyang daunku saja.Semua terasa berputar-putar samar-samar nampak sekelebat lebah kocak itu yang menatapku sedih.dan setelah itu semua gelap.......gelap dan aku tak tahu lagi apa yang terjadi padaku.
to be continue.

Do you think playing in the rain romantic (girlfriend or Boyfreind.)

Do you think playing in the rain romantic (girlfriend or Boyfreind.)

Minggu

Sang Wanita


Sang Wanita adalah kelembutan yang berlapis ke anggunan bertahta ke arifan dalam kodrat sebagai perhiasan dan kunci keindahan serta sumber kehidupan dunia
karena Sang Wanita adalah penyempurnaan
Maka,banggalah anda yang tercipta sebagai Sang Wanita karena andalah kesempurnaan

Sang Wanita.....itu saat ini.....


Semua MahklukNya tlah pernah mencinta,sedih dan bahagia adalah hal yang mengiringinya,begitupun Sang Wanita.Sempurna adalah hal yang relatif.tapi,bagi sebagian besar wanit,cantik,pandai,mapan dan sederet ungkapan indah adalah jawabannya.Padahal tak seutuhnya itu benar.Dalam hidup Sang wanita,20% orang yang mengenalnya menganggap dia sempurna,30% menganggap dia biasa saja,20% menganggap dia bodoh dan penuh kurang saja,15% menganggap dia special,10% menganggapnya hanya sebatas penghias dan sisanya tak menganggap keberadaannya.
Sang Wanita memang selalu kelihatan baik-baik saja,lukisan senyum dan selingan canda adalah has dari lukisan penampilannya,seolah tak ada badai yang mengguncang atau sekedar angin yang menggores parasnya,berbagai macam persepsi akan dirinya tumbuh liar tak beraturan di otak para penilainya.dan sepertinya wanita tak mengerti jua.Yang ia mau dalam jalannya hanya menelusuri jalan lurus yang telah dipilihnya untuk menuju bahagia.dengan pegangan teguh pada prinsip hati serta tingkah laku seperti cermin kecantikannya.
Sebuah hal yang sering terlewat oleh setiap insan tentang satu sisi Sang Wanita,satu sisi di mana di sana berisi tentang samudra cintanya serta sampan hatinya,yang ternyata telah beberapa kali terkoyak dan selalu mencoba berjuang lagi.Sejak kelahirannya ternyata wanita diiringi oleh jalan hidup untuk memperjuangkan semua cintanya dari yangbelum ditemuinya hingga yang seharusnya telah ia dapatkan sejak dia terlahir di dunia fana ini,bahkan pengakuan bahwa ia adalah orang yang di cintai adalah salah satu hal yang harus diperjuangkan pula.
Luka ataupun sesuatu yang disebut derita rasanya sudah tak terkenali lagi karena semua telah hampir terasa sama,dianggapnya semua hanya sekedar sambal dari cerita hidupnya.
Tapi, sang Wanita hanya sebatas manusia biasa.dia memiliki keterbatasan indra dan tenaga....di saat ini ia telah merasa lelah mendayung sampannya,setelah mempertimbangkan dengan matang dan seksama Sang wanita telah menyelesaikan pilihannya di jalan persimpangan.karang dan kabut tebal adalah resiko yang dipilihnya untuk mendapatkan pelabuhan ahirnya.dimana dia kan menjejakkan kaki ke daratan tempat akan di bangunnya bangunan kokoh impiannya selama ini,yang akan dihiasi dengan bibit-bibit bunga yang telah tersimpan rapi di dalam setiap kantong hatinya.
Sang Wanita tak gentar menahan arus deras...tak goyah dengan ombak,tak reot karena karang,Tapi rupanya Wanita telah Takut akan kabut.Ia takut akan gambaran pulau didepannya hanya fatamorgana semata,Sang Wanita tak pernah memeperkirakan begitu,dan sekarang Sang Wanita mencoba melawan semua itu dengan berebekal keyakinan hati dan bahwa apa yang telah ditekadkan adalah miliknya dan Sang Wanita tak akan mundur untuk memperjuangkan milikknya lagi.....Karena Ia yakin bahwa Tuhan kali ini tiada menghalanginya.Akan rasa hati tentang sebuah Cinta.

Kamis

Always You

look at my eyes
found the deep inside
the pure feeling
of my heart

touch my skin
feel that way I want
to show you
how much I want you

*My dream..........my sound
always you .........
my braint ................
full every think,about you
and my eyes......always want to see you.

**Always you....................
through my day
Always you....................
that i want to find
Always you.................
that much I want
and still always you ....
that really love with my soul......

Wanita Ke Dua

Semua Wanita di dunia
tak ingin jadi yang ke dua
Ku terlanjur mencinta
kau yang tlah berdua

Bukan aku yang terlambat
hadir dalam hidupmu kasih
Tapi kita terlambat menyadari
betapa besar cinta ini

**Aku yang kedua
hanya bisa menahan rasa
sejuta cemburu
ketika kau bercumbu dengannya
Aku yang kedua
terlanjur mencinta
tak akan pernah bisa ungkapkan
aku kekasihmu juga......

Aku hanya wanita yang tak pernah punya daya
menghapus rasa cinta,yang terlanjur ada
Rasa cinta yang menyiksa,telah kupilih
demi untuk bertahta dalam hatimu...........

Shine of Hope

Million flowers around me, I never smell of love
before u come to my way
Ribuan kata dalam bahasa,tak kumengerti makna
hingga kau ungkap cerita

Kata cinta......tak kumengerti makna
until you come and show me about love
rindu itu......tak pernah kurasakan
until you come and show me
How the way of love

** lets walk together
and teach each other
tentang rasa cinta yang setulus hati
lets walk together
and love each other
and reach the shine of hope

Rabu

Wanita Setia


Aku wanita yang setia,
menanti dirimu yang jauh di sana
Apaku salah tetap setia,
menanti dirimu yang jauh dariku

Mungkin salah kata mereka
kutetap setia,menanti kanda
mungkin bodoh kata mereka
kutetap setia hingga ajal tiba

aku hanyalah seorang wanita
yang tak pernah bisa memindah cinta
Aku hanyalah seorang pecinta
yang tak pernah bisa menghapus setia


Wanita cantik
Wanita cantik melukis kekuatan
lewat masalah.
Tersenyum saat tertekan
Tertawa saat hati sedang menangis
Tabah saat di hina
Mempesona saat memafkan

Wanita cantik mengasihi
tanpa pamrih
bertambah kuat dengan
do'a dan pengharapan


(dari wanita cantik untuk para wanita cantik)

WANITA DAN PAGI


Wanita itu selalu tergugah dan bahagia ketika dia datang dan menyapanya dengan hawa dingin.Syaraf-syarafnya melonjak senang dengan sentuhan kelembapannya,dingin? memang.Tapi tak sepekat malam,dinginnya pagi sungguh sejuk dan segar.
Tiap pagi Wanita selalu membuka jendela pintunya lebar-lebar untuk menyambut Pagi datang.Di biarkannya sosok lembut Pagi tiba menghampirinya.
"Pagi" sapanya lembut pada mahluk yang tak pnah terlambat itu."Bolehkah aku merasakanmu hingga ke relung paruh-paruhku."
"Jangan!" jawab Pagi gelisah.
"knapa?" tanya Wanita keheranan.
"Nanti kau enggan melepasku"
"Benarkah itu alasannya? ataw memang aku tak pantas untuk itu?"
"Benar, itu alasannya,tapi kau punya hak untuk itu dan aku memang tercipta untuk itu"
Wanitapun tersenyum dengan penuh semangat,dihirupnya Pagi hingga memenuhi seluruh ruang paruhnya.
"Apa kau tak takut kegihan?"
"Tidak. Karena aku yakin kau akan selalu datang dalam setiap hariku dengan waktu yang tepat sepanjang usia dunia"
"Benar" Pagi tersenyum bahagia mengakui kebenaran kata Wanita seraya pergi perlahan.
***
Esoknya,Wanita kembali membuka jendelanya lebar-lebar sambil tersenyum riang menyambut kedatangan Pagi.
"Apakah kau begitu bertemu denganku?" tanya Pagi penasaran.
"Tentu saja" jawan Wanita mantap.
Pagipun membelainya dengan lembut dan penuh kesejukan.
"Kenapa?" tanya pagi penuh penantian akan kepastian.
"Karena kau satu-satunya kemurnian yang ada dalam satu putaran hari" jawab Wanita dengan mantap.
"Benarkah? padahal terkadang aku juga terdengar bising."
" Tidak... tidak.... tidak... pernah.itupun bukan kau,tapi mereka yang enggan ditinggalkan malam dan takut menanggung hal baru yang akan datang padanya".
"Benarkah?".
"Tentu saja,andai mereka sadar bahwa waktu akan terus berjalan apapun yang terjadi,maka tak akan pernah ada kebisingan dalam Pagi"
Pagi tersenyum bahagia......
" Hanya kau satu-satunya yang mengatakan itu dan aku pasti akan datang untukmu di setiap harimu" Seru Pagi dengan lantang dan perlahan pergi dengan senyum yang merona.
***
Hari itu Pagi datang seperti biasa, dengan kesejukan dan kelembutan dan tentu saja tepat waktu.Tapi, ada yang berbeda, Wanita kali ini tak lagi menyambutnya dengan membuka jendela lebar-lebar.Tapi dia telah berdiri tegak dibawah pohon flamboyan di belakang rumahnya dengan mengenakan gaun putih.
"Kau begitu manis hari ini" puji Pagi padanya dan dengan gerak yang sejuk Pagi membelai pipi Wanita yang sedang merona karena tersipu.
"Apakah kau senang dengan sambutanku hari ini?"
"Tentu dan aku sangat bahagia"
"Sungguh?"
"Ya, kareana baru kali ini aku begitu dirindukan"
" Benarkah aku satu-satunya?"
Pagi mengangguk cepat
Wanita tertawa kecil menanggapi reaksi Pagi.
"Sungguh bodohnya mereka yang tek menginginkan mahluk seindah kau, Pagi"
"Benarkah?"
"Pasti, kau begitu megah,sejuk ,lembut dan kau sangat berhawa murni tanpa polusi".
" Sesempurna itukah aku bagimu?"
"Iya"
"Apakah kau tak pernah Bertemu dengan siang.sore dan malam?"
"Tentu aku bertemu mereka"
"Apa kau tak tertarik dengan Siang ayang begitu megah dengan mataharinya yang kuat terang dan menyengat?"
"Tidak. Karena semua kekuatan itu akan lenyap ketika mendung dan hujan".
" Apakah aku tak begitu?"
" Tidak.kau tetap sejuk dan lembut meski mendung dan hujan datang dan kau kan semakin lama meninggalkanku".
" Bagaimana dengan sore? bukankah dia juga begitu indah dengan langkahnya yang mampu menguncupkan daun dan bunga,dengan rona merah senja yang menghiasinya".
" Kau lebih indah,dalam lanhgkahmu banyak bunga yang mekar dan tunas yang tumbuh diiringi dngan kilauan embun yang anggun dan megah".
"Taapi aku pasti kalah dengan malam yang gelap penuh bintang dan rembulan ,Megah.dan kuasa dengan sejuta mahluk yang setia bangun ketika ia datang bersama jalan yang gemerlap".
"Aku benci dia!sangat membencinya".
Pagi terkesiap"Kenapa?"
"Karena dia,karena keperkasaannya banyak orang yang mengutukmu,yang menggerutu dengan kehadiranmu,dan mereka mengeluh padamu ketika mereka bersalah ketika malam datang".
Sejenak pagi tertegun......
"Wanita!" serunya tertahan "Aku bersumpah aku kan selalu datang dan berusaha semampuku untuk membuatmu bahagia".
bisik pagi selanjutnya dengan nada yang lembutseraya beranjak perlahan.
***
Esoknya Pagi datang lagi kepada Wanita yang begitu bahagia menyambutnya.Dibelainya tiap helai rambut wanita dengan gerak yang lembut serta penuh kasih sayang.Keduanyapun tertawa riang dan ringan tanpa beban.
"Wanita..."sapa pagi denagn nada khasnya yang lembut."Apa kau merindukanku disetiap harimu?"
"Sangat"
"Apa kau selalu menantikanku di setiap harimu?"
"Pasti".
"Aku juga begitu ingin datang lebih awaluntukmu, dan lebih lama bersamamu,Tapi aku mahluk yang tercipta untuk tepat dalam waktu baik datang maupun pulang".
"Aku tahu dan aku sadar serta aku terima bagaimana dirimu sejak awal tercipta".
"Sugguh...?"
Wanita mengangguk dengan mantap tanpa keraguan.
"Wanita apa kau akan setia menanti dan merindukanku serta akantetap bersamaku ,selamanya?"
wanita menagis dengan tiba-tiba.
"Kenapa?"Tanya pagi penuh cemas.
"Kau tahu aku mahluk yang punya batas waktu yang tak akan pernah kuketahui kapan tibanya"
"Maksudmu?"
"Aku diciptakan dengan mautyang menyertaku dan akan membawaku pergi tinggalkan semua dunia ,pergi tanpa dapat bertemu denganmu lagi".
Kali ini ganti pagi yang menangis,rintik - rintik nya mengalir deras membasahi tubuh Sang Wanita yang muram akan takdirnya.
"Kenapa?"tanya Sang wanita.
"Aku tak sanggup membayangkannya".
"Jangan dibayangkan,kita masih punya waktu bersama maka nikmatilah itu selagi bisa"
"Iya kau benar" jawab pagi yang langsung menghentikan tangisnya."Wanita aku bersumpah demi Sang Penciptaku bahwa aku akan setia bersamamu meski kau telah renta.Karena aku yakin kau akn tetap merasakanku selama kau bernafas meski kau tlah tanpa panca indra".
"Ya akupun berjanji akan setia menyambutmu meski aku telah tanpa panca indra".
***
Hari itu pagi hadir sangat lama melabihi hari - hari biasa.dan begitu adanya hingga untuk beberapa waktu.Hingga suatu ketika.Pagi datang dengan singkay dan tanpa menyapa Sang Wanita.Hal itu sangat menyakiti hati sang wanita.Hingga satu hari Sang Wanita mencegat pagi dengan muka pucat dan pandangan hampa.
"Kau knapa?"tanya pagi kebingungan.
"Kau tanya aku knapa?kau yang knapa?".Teriak Sang Wanita yang terkesan marah dengan sisa-sisa tenaganya yang masih tersisa."kau tak pernah menegurku sama sekali,padahal aku sengaja tak tidur hanya karena aku tak ingin melewatkanmu yang hanya datang sekilas.Awalnya aku mengerti mungkin ini utusan Sang Pencipta,tapi kau sangat keterlaluan hingga kau tak melemparkan satupun senyum bahkan pandanganmu padaku".
"Kenapa.................."tanya Sang Wanita dengan suara yang lemah dan bergetar.
Pagipun mendadak menjadi lesu dan penuh sedih...dengan suara paraunya dia berucap."Aku telah melakukan kesalahan pada takdirku".
"Apa itu?" tanya wanita penasaran.
"Aku telah jatuh cinta padamu........"jawab pagi selanjutnya dengan suara lebih pelan.
"Apa itu kesalahan?".
"Iya ,untuk kodrat kita".
"Dimana salahnya.bukankah si Cinta itu di ciptakan Tuhan untuk jalinan sesama mahlukNya?".
"Iya kau benar.Aku jatuh cinta padamu yang tak pernah memakiku di kala milyaran orang memakiku,kau selalu tersenyum padaku di kala milyaran orang menggerutu dan muram padaku.dan kau selalu membiarkanku membelaimu di kala milyaran orang menolakku dengan jaket dan selimut tebal.dan kau satu-satunya manusia yang mengagumiku sejak awal aku tercipta,maka tak salah bila cinta untukmu itu tumbuh pada diriku".
"Dan juga padaku".Potong sang wanita dengan senyum bahagia menghias wajah pucatnya.
"Sungguh?"
"Iya sungguh dan sumpah,aku tidak lama menyimpannya,entahlah! mungkin sejak pertama kali aku mengenalmu".
"Tapi kita berbeda".
"Apanya yang berbeda? kita sama-sama mahlukNya".
"Kau benar!,tapi aku bth waktu waktu untuk merenungkan bagaimana selanjutnya,dan aku harus pergi,karena mereka mulai menggerutu dengan hadirku yang terlalu lama".
Sang Wanita tersenyum manis.
"Oh ya, jangan benci siang karena dia sudah berbaik hati untuk meminta ijin datang terlambat demi aku".
"Yaaah aku kan menurutimu"jawab wanita dengan riang.
***
Esoknya pagi datang kembsli,tapi kali ini lebih awal.Dia ingin melihat wajah wanitanya yang sedang tidur lelap,setelah berhari-hari tak memejamkan mata hanya untuk menantinya.Dengan lembut dia membelai pipi wanitanya yang terbuka tanpa selimut.
"Kau...." Wanita terkesiap mendapati Pagi yang datang lebih cepat.
"Kau terkejut?".
"Tentu saja ini bukan waktumu datang".
"Kau benar ".Pagi tersenyum manis "kau tahu!,ternyata Malam juga punya punya sisi baik,dia mengijinkanku melihat tidurmu yang pulas,dengan mengambil waktunya".
"Sungguh???"
Pagi mengangguk mantap.
"Tentu aku akan sangat berterimakasih padanya"
Pagi segera memeluk wanitanya dan mengajaknya menari dengan nyanyian burung mengiringiny.Dan begitulah hari-hari berikutnya.
Hingga suatu ketika,malam terlalu panjang dan melewati batasnya.
"Malam...!knapa kau tak kunjung pulang?"
"Penciptaku belum memanggilku untuk pulang."
"Bukankah kalian telah terjadwal dengan teratur?".
"Tidak selalu ! hari ini mungkin pagi tak akan datang dia mungkin libur, karena pencipta menggantinya dengan gerhana matahari..".
"Begitukah?"
Malam mengangguk pelan..
"kenapa bukan kau saja yang digantikan ?kenapa kau tetap datang meski ada gerhana bulan? "
"Karena mereka sejenis denganku yaitu gelap dan hitam,begitu pula dengan gerhana Matahari."
"kenapa begitu".
"Itu sudah kodrat kami sejak tercipta".
"Tapi pagi pasti datang lagi kan?"
"Yah pasti..!"
Malampun beranjak pergi bersama gerhana matahari.dan segera terganti dengan Siang.
"Oh hari telah berganti tanpa kau pagi"keluh wanita sedih dan hari itu wanita menangis sepanjang siang,sore hingga malam tiba kembali.
"Apakah kau begitu merindukannya?" tanya malam pada wanita.
Wanita hanya tetap menagis tanpa menjawab pertanyaan bodoh Malam.
"Kau tahu Wanita,Sang Pencipta kita sangat menyayangi kita,aku yakin Dia tak akan membiarkanmu begini,Kau percaya itu?"
"Tentu aku percaya dan sangat yakin ,Dia yang telah mengenalkanku pada Pagi dan menikmati hari indahku bersamanya,munkin dia hanya menguji cinta kami".
"Yah munkin saja,karena tak ada yang dapat menebak rencanaNya.Maka jangan kau menangis,Pagi akan sedih melihatnya".
"Yah,aku tahu!"Wanitapun berhenti menangis dan kembali tersenyum manies."Malam aku kan menyambut kedatangan pagi dengan ceria ,jangan kau biarkan aku tidur ya....?"
"Baik! tapi wanita aku dengar mahluk sepertimu dengan seribu kali lipat kelebiahan di banding kami,salah satunya akalmu.maka,apa kau tak sadar kalu kalian berbeda?"
"Berbeda? buatku kita sama-sama mahlukNya"
"Iya,tapi jodohka adalah dari mahluk yang sejenis?"
"Seperti kau dan dua gerhana itu?"
"Iya"
"Dan seperti Hujan dan petir itu?"
"Begitulah".
"Munkin suatu saat aku kan bertemu dengan jodohku,malam.Dan begitu pula dengan pagi,tapi sebelum itu aku akan menikmati cintaku dengan pagiku,seperti kisah hujan dan lelakinya di masa lampau".
"Jadi kau tau cerita itu?"
"Iya ,tentang kisah lelaki dan hujan yang jadi mitos lelaki hujan dengan cerita yang amat salah".
Malam menghirup nafas panjang"Nah!Wanita,sambutlah pagimu dengan ceria".
Dan keduanya saling melempar senyum.
"Pagi knapa kmaren kau tak datang?"
"Maafkan aku wanita" jawabnya seraya membelai lembut "kau tahu apa yang kulakukan selama pergi?"
Wanita menggeleng.
"Aku menemui Sang Pencipta,aku sengaja mengajakmu,karena kau takkan kembali bila kau k sana".
"Umtuk apa?"
"Untuk meminangmu Wanita?"
"Sungguh!"Wanita terkejut sekaligus girang.
"Lalu bagaimana?"tanya Wanita selanjutnya penasaran.
"Awalnya sulit! tapi Sang Pencipta sangat mencintai mahlukNya,Ia tak membiarkan kita menderita"
"Jadi?"Wanita tak sabar mendengar hasilnya
"Aku tah diijinkan!"
Wanita pun bersorak kegirangan.
"Tapi ada satu syarat untuk itu"
"Apa?"
"Kau tak bisa tinggal di sini, kau harus pergi ke suatu tempat dimana aku akan selalu di sana."
"tak pernah pergi?"
"Tak pernah!di sana aku lebih hebat dari pada tempat dimanapun aku berada,tapi aku harus tetap melaksanakan tugasku untuk mendatangi setiap belahan dunia,apa kau terima".
"Aku terima syarat apapun itu"
"Apa kau akan selalu menungguku?".
"Selamanya".
"Akan kubawakan salju untukmu ketika aku pulang dari kutub dan akan aku bawakan jutaan mekaran bunga serta tunas ketika aku pulang dari tropis,serta kan kubawakan sentuhan spesialku yang kudapat dari gurun yang mampu menggugurkan secara ra serentak".
"Aku belum pernah melihat kau yang sehebat dan seistimewa itu".
"Tentu saja".
"Pagi,bawa aku ke sana sebelum kita terpisah oleh jodoh sejenisnya ataupun mautku".
"Kau serius? tak akan menyesal?"
"Tentu saja!Tak akan pernah menyesal".
***
Ahirnya pergilah mereka berdua pada tempat yang dipilihkan Sang Pencipta di salah satu sudut bumi,persis seperti yang dikatakan Pagi.Dan mulai saat itu Pagi semakin singkat saja melewati bagian dunia lainnya,karena dia selalu terburu-buru untuk kembali pulang ke tempat Wanita yang selalu merindukannya.Keduanya saling setia dan mencinta,meski Wanita telah berubah,berkurang panca indranya serta tubuhnya yang telah termakan usia hingga ia Kembali padaNya.
Tapi hingga Pagi tetap setia di tempat itu meski pada ahirnya wanita kembali pada Sang PenciptaNya.Pagi tetap lebih lama di tempat itu selamanya tanpa pendamping yang lain lagi hingga ahir waktuNya di dalam semestaNya.


Senin

Saat kuterima hadirmu di ruang Cintaku



Ketika kau datang.... aku tak menganggapmu seperti dia yang selalu mengirim bunga di tiap pagiku dan sederet pouisi rindu di layar hanphoneku.Dan akupun tak membedakan antara kau dan sederet tawa yang mengelilingiku ketika bercanda.Namun kau selalu berusaha ada d sekitarku,di setiap inginku akan keberadaanmu.kau tak pernah henti mencoba mengisi tempat spesial di hatiku.

Aku tak pernah membiarkan orang memasukinya dengan mudah karena terlalu banyak hal yang tak terduga ada di sana.Bahkan sosok pangeran yang nyata-nyata kusanding saat itupun,tak ku ijinkan memasukinya.Kurasa dia tak akan sanggup,tak jarang akupun mengusirnya pergi karena yang dapat aku berikan hanya sebatas kasih sayang saja.Bukan cinta.Tapi kau terus dan terus mencoba.Kau janjikan sejuta hal yang selama ini telah kutepis dari mimpiku,karena ku tak meyakini kehahadirannya nyata dalam hidupku.Akupun luluh hingga ahirnya kuberikan kunci pintu hati itu padamu.

Ku pandu kau menngenal setiap detil interior di dalamnya.betapa subur dan megahnya tatanan benih cinta yang tumbuh di dalamnya.Kaupun terkesima untuk sesaat.Kau terkagum dan memintaku menjaga semua itu bersamamu dan hanya untukmu.Pasti tiada keberatan untukku melakukannya karena kupikir kaulah yang kunanti slama ini untuk menghuninya bersamaku dan merajut kisah indah yang abadi.bersama dengan tumbuhnya benih cinta ini menjadi pohon yang rindang dan indah.

Kau memintaku mengenalkannya lebih detail lagi.Dan ku tanyakan padamu apakah kau bisa menerimaku apa adanya?kau dengan mantap dan penuh keyakinan berkata"ya".akupun memegang erat-erat satu kunci pintu terahir.Sedikit ragu dalam hatiku akan tekadmu bersamaku dan kucoba sekali lagi menanyakan kesanggupannya.
"kau kan lewati sebuah parit kecil tanpa jembatan.di mana pikiranmu terburuk di tentangku akan terjawab dengan kata "iya",sanggupkah kau?"

Dan untuk ke sekian kali kau menyanggupiku,akupun tak bisa mengelak dari pupus-pupus baru yang tumbuh dalam tanaman cintaku untukmu.Tak kuragukan lagi kau pasti bisa menempuhnya.....anganku begitu melayang menggapai rambatan tanaman syurga di impianku. "Ahirnya akan ada sebuah hati tempatku berpulang setelah sekian lama aku terlantar dan sendirian,merintih sendiri dalam gelap dan sunyi" batinku

Sesuai janjimu kaupun melewati parit hatiku.Dan kuberikan kunci pintu itu padamu,dan kujanjikan sebuah kado spesial yang indah dan tak pernah kau sangka-sangka.tapi aku salah aku baru menyadari bahwa aku tak bisa membaca perubahan niatmu.aku terlalu bahagia dengan rasaku sendiri serta terlalu sibuk menyirami setiap benih yang ku tanam.maka ketika kado terindah yang berisi Kesucian dan Kehormatan wanita seutuhnya akan kutunjukkan padamu,tanpa kusadari ternyata kau telah membangun desain yang sama dengan hatiku
di hati wanita lainnya.Aku masih sibuk mengulur waktu menunggu waktu yang tepat dimana kan kau temukan sejuta bahagia yang lebih terkira.hanya dengan mendengar bisikku dan sumpahku atas kesucian dan kehormatan dari setiap jengkal diriku,yang tak pernah ku biarkan terjamah oleh nafsu.karena semua itu kan kuberikan untuk Cintaku yang tlah kunobatkan sebagai milikmu sejak kunci pintu terahir ini kubukakan untukmu.

Aku terlambat menyadari nyanyian hati yang berderit-derit di ruang dengarku,berulang kali ku abaikan semua itu karena kau selalu senandungkan kata "Percayalah Padaku" dengan lantang di ruang pandangku hingga akupun buta akan lambaian dedaunan pohon cintaku yang resah akan layu.

senyum penuh cinta untukmu masih terlukis manis di wajahku yang mulai merona karenamu.hingga tiba-tiba senandung itu terhenti dan terganti dengan pernyatanmu bahwa hatimu tlah termiliki oleh yang lain.Meski masih tak berpenghuni.Saat itu senyum itupun masih melekat di sana walau tak se gemilang yang lalu.kaupun mengambil langkah menjauh dariku tanpa sempat kau buka genggaman tanganku yang berisi bola kaca mahkotaku.sebagai pembuktian pernyataanku akan keberadannya.dan Semua kan kupersembahkan padamu di kala waktunya tlah tiba.

Kaupun membuka sekali lagi pintu itu.tapi kali ini bukan untuk memasukinya dan menawarkan syurga impianmu untukku.Tapi untuk meninggalkannya selamanya.Aku hanya diam terpaku penuh kecewa tapi penuh pasrah,pada takdir pencipta.Hingga kudapati sebuah kenyataan yang tak pernah kuakui selama ini.Kulihat tata ruang hati yang kau datangi sekarang 80%nya sama dengan karyaku untukmu.Senyum itupun seketika menjadi teriakan yang tercekat di tenggorokanku,dan akupun mencoba meraihmu lagi tapi kakiku tersangkut akar-akar hingga terjatuh dan terluka.Kaupun hanya tersenyum bahagia memandangku seraya menutup pintu hatiku secara perlahan,tanpa dapat kucegah.Karena setelah itu aku tak dapat membukanya kembali dengan keadanku seperti ini.butuh waktu yang tak sebentar untukku bisa bangkit dan sembuh.Serta keluar dari ruang yang penuh jejak langkahmu gaungan swaramu dan hampir smua tentangmu.

kau berusaha menenangkanku di luar sana bahwa smua luka kan segera sembuh hanya dalam 2 minggu saja.Aku hanya meringis kesakitan sendiri tanpa menjawab apapun.Hanya bergumam sendiri "Aku pemilik ruang ini,aku yang membagunnya,dan hanya aku dan Tuhan yang tahu kapan pulihnya smua ini,bukan kau dan berjuta mahkluk disana".

Dan sekarang yang tersisa hanyalah aku sendiri yang masih terluka dengan menyenandungkan ribuan rasaku yang masih mencintaimu.................
Menunggu waktu menguatkanku pada luka yang tak mungkin tak berbekas ini.Dan memberikan sebuah tenaga untuk teriakkan satu kata yang masih tercekat di tenggorokanku yang tlah membeku....................