
Aku wanita yang setia,
menanti dirimu yang jauh di sana
Apaku salah tetap setia,
menanti dirimu yang jauh dariku
Mungkin salah kata mereka
kutetap setia,menanti kanda
mungkin bodoh kata mereka
kutetap setia hingga ajal tiba
aku hanyalah seorang wanita
yang tak pernah bisa memindah cinta
Aku hanyalah seorang pecinta
yang tak pernah bisa menghapus setia
Rabu
Wanita Setia
Diposting oleh rokka di 23.30 0 komentar
Label: Sang Wanita
lewat masalah.
Tersenyum saat tertekan
Tertawa saat hati sedang menangis
Tabah saat di hina
Mempesona saat memafkan
Wanita cantik mengasihi
tanpa pamrih
bertambah kuat dengan
do'a dan pengharapan
(dari wanita cantik untuk para wanita cantik)
Diposting oleh rokka di 22.52 1 komentar
WANITA DAN PAGI
Wanita itu selalu tergugah dan bahagia ketika dia datang dan menyapanya dengan hawa dingin.Syaraf-syarafnya melonjak senang dengan sentuhan kelembapannya,dingin? memang.Tapi tak sepekat malam,dinginnya pagi sungguh sejuk dan segar.
Tiap pagi Wanita selalu membuka jendela pintunya lebar-lebar untuk menyambut Pagi datang.Di biarkannya sosok lembut Pagi tiba menghampirinya.
"Pagi" sapanya lembut pada mahluk yang tak pnah terlambat itu."Bolehkah aku merasakanmu hingga ke relung paruh-paruhku."
"Jangan!" jawab Pagi gelisah.
"knapa?" tanya Wanita keheranan.
"Nanti kau enggan melepasku"
"Benarkah itu alasannya? ataw memang aku tak pantas untuk itu?"
"Benar, itu alasannya,tapi kau punya hak untuk itu dan aku memang tercipta untuk itu"
Wanitapun tersenyum dengan penuh semangat,dihirupnya Pagi hingga memenuhi seluruh ruang paruhnya.
"Apa kau tak takut kegihan?"
"Tidak. Karena aku yakin kau akan selalu datang dalam setiap hariku dengan waktu yang tepat sepanjang usia dunia"
"Benar" Pagi tersenyum bahagia mengakui kebenaran kata Wanita seraya pergi perlahan.
***
Esoknya,Wanita kembali membuka jendelanya lebar-lebar sambil tersenyum riang menyambut kedatangan Pagi.
"Apakah kau begitu bertemu denganku?" tanya Pagi penasaran.
"Tentu saja" jawan Wanita mantap.
Pagipun membelainya dengan lembut dan penuh kesejukan.
"Kenapa?" tanya pagi penuh penantian akan kepastian.
"Karena kau satu-satunya kemurnian yang ada dalam satu putaran hari" jawab Wanita dengan mantap.
"Benarkah? padahal terkadang aku juga terdengar bising."
" Tidak... tidak.... tidak... pernah.itupun bukan kau,tapi mereka yang enggan ditinggalkan malam dan takut menanggung hal baru yang akan datang padanya".
"Benarkah?".
"Tentu saja,andai mereka sadar bahwa waktu akan terus berjalan apapun yang terjadi,maka tak akan pernah ada kebisingan dalam Pagi"
Pagi tersenyum bahagia......
" Hanya kau satu-satunya yang mengatakan itu dan aku pasti akan datang untukmu di setiap harimu" Seru Pagi dengan lantang dan perlahan pergi dengan senyum yang merona.
***
Hari itu Pagi datang seperti biasa, dengan kesejukan dan kelembutan dan tentu saja tepat waktu.Tapi, ada yang berbeda, Wanita kali ini tak lagi menyambutnya dengan membuka jendela lebar-lebar.Tapi dia telah berdiri tegak dibawah pohon flamboyan di belakang rumahnya dengan mengenakan gaun putih.
"Kau begitu manis hari ini" puji Pagi padanya dan dengan gerak yang sejuk Pagi membelai pipi Wanita yang sedang merona karena tersipu.
"Apakah kau senang dengan sambutanku hari ini?"
"Tentu dan aku sangat bahagia"
"Sungguh?"
"Ya, kareana baru kali ini aku begitu dirindukan"
" Benarkah aku satu-satunya?"
Pagi mengangguk cepat
Wanita tertawa kecil menanggapi reaksi Pagi.
"Sungguh bodohnya mereka yang tek menginginkan mahluk seindah kau, Pagi"
"Benarkah?"
"Pasti, kau begitu megah,sejuk ,lembut dan kau sangat berhawa murni tanpa polusi".
" Sesempurna itukah aku bagimu?"
"Iya"
"Apakah kau tak pernah Bertemu dengan siang.sore dan malam?"
"Tentu aku bertemu mereka"
"Apa kau tak tertarik dengan Siang ayang begitu megah dengan mataharinya yang kuat terang dan menyengat?"
"Tidak. Karena semua kekuatan itu akan lenyap ketika mendung dan hujan".
" Apakah aku tak begitu?"
" Tidak.kau tetap sejuk dan lembut meski mendung dan hujan datang dan kau kan semakin lama meninggalkanku".
" Bagaimana dengan sore? bukankah dia juga begitu indah dengan langkahnya yang mampu menguncupkan daun dan bunga,dengan rona merah senja yang menghiasinya".
" Kau lebih indah,dalam lanhgkahmu banyak bunga yang mekar dan tunas yang tumbuh diiringi dngan kilauan embun yang anggun dan megah".
"Taapi aku pasti kalah dengan malam yang gelap penuh bintang dan rembulan ,Megah.dan kuasa dengan sejuta mahluk yang setia bangun ketika ia datang bersama jalan yang gemerlap".
"Aku benci dia!sangat membencinya".
Pagi terkesiap"Kenapa?"
"Karena dia,karena keperkasaannya banyak orang yang mengutukmu,yang menggerutu dengan kehadiranmu,dan mereka mengeluh padamu ketika mereka bersalah ketika malam datang".
Sejenak pagi tertegun......
"Wanita!" serunya tertahan "Aku bersumpah aku kan selalu datang dan berusaha semampuku untuk membuatmu bahagia".
bisik pagi selanjutnya dengan nada yang lembutseraya beranjak perlahan.
***
Esoknya Pagi datang lagi kepada Wanita yang begitu bahagia menyambutnya.Dibelainya tiap helai rambut wanita dengan gerak yang lembut serta penuh kasih sayang.Keduanyapun tertawa riang dan ringan tanpa beban.
"Wanita..."sapa pagi denagn nada khasnya yang lembut."Apa kau merindukanku disetiap harimu?"
"Sangat"
"Apa kau selalu menantikanku di setiap harimu?"
"Pasti".
"Aku juga begitu ingin datang lebih awaluntukmu, dan lebih lama bersamamu,Tapi aku mahluk yang tercipta untuk tepat dalam waktu baik datang maupun pulang".
"Aku tahu dan aku sadar serta aku terima bagaimana dirimu sejak awal tercipta".
"Sugguh...?"
Wanita mengangguk dengan mantap tanpa keraguan.
"Wanita apa kau akan setia menanti dan merindukanku serta akantetap bersamaku ,selamanya?"
wanita menagis dengan tiba-tiba.
"Kenapa?"Tanya pagi penuh cemas.
"Kau tahu aku mahluk yang punya batas waktu yang tak akan pernah kuketahui kapan tibanya"
"Maksudmu?"
"Aku diciptakan dengan mautyang menyertaku dan akan membawaku pergi tinggalkan semua dunia ,pergi tanpa dapat bertemu denganmu lagi".
Kali ini ganti pagi yang menangis,rintik - rintik nya mengalir deras membasahi tubuh Sang Wanita yang muram akan takdirnya.
"Kenapa?"tanya Sang wanita.
"Aku tak sanggup membayangkannya".
"Jangan dibayangkan,kita masih punya waktu bersama maka nikmatilah itu selagi bisa"
"Iya kau benar" jawab pagi yang langsung menghentikan tangisnya."Wanita aku bersumpah demi Sang Penciptaku bahwa aku akan setia bersamamu meski kau telah renta.Karena aku yakin kau akn tetap merasakanku selama kau bernafas meski kau tlah tanpa panca indra".
"Ya akupun berjanji akan setia menyambutmu meski aku telah tanpa panca indra".
***
Hari itu pagi hadir sangat lama melabihi hari - hari biasa.dan begitu adanya hingga untuk beberapa waktu.Hingga suatu ketika.Pagi datang dengan singkay dan tanpa menyapa Sang Wanita.Hal itu sangat menyakiti hati sang wanita.Hingga satu hari Sang Wanita mencegat pagi dengan muka pucat dan pandangan hampa.
"Kau knapa?"tanya pagi kebingungan.
"Kau tanya aku knapa?kau yang knapa?".Teriak Sang Wanita yang terkesan marah dengan sisa-sisa tenaganya yang masih tersisa."kau tak pernah menegurku sama sekali,padahal aku sengaja tak tidur hanya karena aku tak ingin melewatkanmu yang hanya datang sekilas.Awalnya aku mengerti mungkin ini utusan Sang Pencipta,tapi kau sangat keterlaluan hingga kau tak melemparkan satupun senyum bahkan pandanganmu padaku".
"Kenapa.................."tanya Sang Wanita dengan suara yang lemah dan bergetar.
Pagipun mendadak menjadi lesu dan penuh sedih...dengan suara paraunya dia berucap."Aku telah melakukan kesalahan pada takdirku".
"Apa itu?" tanya wanita penasaran.
"Aku telah jatuh cinta padamu........"jawab pagi selanjutnya dengan suara lebih pelan.
"Apa itu kesalahan?".
"Iya ,untuk kodrat kita".
"Dimana salahnya.bukankah si Cinta itu di ciptakan Tuhan untuk jalinan sesama mahlukNya?".
"Iya kau benar.Aku jatuh cinta padamu yang tak pernah memakiku di kala milyaran orang memakiku,kau selalu tersenyum padaku di kala milyaran orang menggerutu dan muram padaku.dan kau selalu membiarkanku membelaimu di kala milyaran orang menolakku dengan jaket dan selimut tebal.dan kau satu-satunya manusia yang mengagumiku sejak awal aku tercipta,maka tak salah bila cinta untukmu itu tumbuh pada diriku".
"Dan juga padaku".Potong sang wanita dengan senyum bahagia menghias wajah pucatnya.
"Sungguh?"
"Iya sungguh dan sumpah,aku tidak lama menyimpannya,entahlah! mungkin sejak pertama kali aku mengenalmu".
"Tapi kita berbeda".
"Apanya yang berbeda? kita sama-sama mahlukNya".
"Kau benar!,tapi aku bth waktu waktu untuk merenungkan bagaimana selanjutnya,dan aku harus pergi,karena mereka mulai menggerutu dengan hadirku yang terlalu lama".
Sang Wanita tersenyum manis.
"Oh ya, jangan benci siang karena dia sudah berbaik hati untuk meminta ijin datang terlambat demi aku".
"Yaaah aku kan menurutimu"jawab wanita dengan riang.
***
Esoknya pagi datang kembsli,tapi kali ini lebih awal.Dia ingin melihat wajah wanitanya yang sedang tidur lelap,setelah berhari-hari tak memejamkan mata hanya untuk menantinya.Dengan lembut dia membelai pipi wanitanya yang terbuka tanpa selimut.
"Kau...." Wanita terkesiap mendapati Pagi yang datang lebih cepat.
"Kau terkejut?".
"Tentu saja ini bukan waktumu datang".
"Kau benar ".Pagi tersenyum manis "kau tahu!,ternyata Malam juga punya punya sisi baik,dia mengijinkanku melihat tidurmu yang pulas,dengan mengambil waktunya".
"Sungguh???"
Pagi mengangguk mantap.
"Tentu aku akan sangat berterimakasih padanya"
Pagi segera memeluk wanitanya dan mengajaknya menari dengan nyanyian burung mengiringiny.Dan begitulah hari-hari berikutnya.
Hingga suatu ketika,malam terlalu panjang dan melewati batasnya.
"Malam...!knapa kau tak kunjung pulang?"
"Penciptaku belum memanggilku untuk pulang."
"Bukankah kalian telah terjadwal dengan teratur?".
"Tidak selalu ! hari ini mungkin pagi tak akan datang dia mungkin libur, karena pencipta menggantinya dengan gerhana matahari..".
"Begitukah?"
Malam mengangguk pelan..
"kenapa bukan kau saja yang digantikan ?kenapa kau tetap datang meski ada gerhana bulan? "
"Karena mereka sejenis denganku yaitu gelap dan hitam,begitu pula dengan gerhana Matahari."
"kenapa begitu".
"Itu sudah kodrat kami sejak tercipta".
"Tapi pagi pasti datang lagi kan?"
"Yah pasti..!"
Malampun beranjak pergi bersama gerhana matahari.dan segera terganti dengan Siang.
"Oh hari telah berganti tanpa kau pagi"keluh wanita sedih dan hari itu wanita menangis sepanjang siang,sore hingga malam tiba kembali.
"Apakah kau begitu merindukannya?" tanya malam pada wanita.
Wanita hanya tetap menagis tanpa menjawab pertanyaan bodoh Malam.
"Kau tahu Wanita,Sang Pencipta kita sangat menyayangi kita,aku yakin Dia tak akan membiarkanmu begini,Kau percaya itu?"
"Tentu aku percaya dan sangat yakin ,Dia yang telah mengenalkanku pada Pagi dan menikmati hari indahku bersamanya,munkin dia hanya menguji cinta kami".
"Yah munkin saja,karena tak ada yang dapat menebak rencanaNya.Maka jangan kau menangis,Pagi akan sedih melihatnya".
"Yah,aku tahu!"Wanitapun berhenti menangis dan kembali tersenyum manies."Malam aku kan menyambut kedatangan pagi dengan ceria ,jangan kau biarkan aku tidur ya....?"
"Baik! tapi wanita aku dengar mahluk sepertimu dengan seribu kali lipat kelebiahan di banding kami,salah satunya akalmu.maka,apa kau tak sadar kalu kalian berbeda?"
"Berbeda? buatku kita sama-sama mahlukNya"
"Iya,tapi jodohka adalah dari mahluk yang sejenis?"
"Seperti kau dan dua gerhana itu?"
"Iya"
"Dan seperti Hujan dan petir itu?"
"Begitulah".
"Munkin suatu saat aku kan bertemu dengan jodohku,malam.Dan begitu pula dengan pagi,tapi sebelum itu aku akan menikmati cintaku dengan pagiku,seperti kisah hujan dan lelakinya di masa lampau".
"Jadi kau tau cerita itu?"
"Iya ,tentang kisah lelaki dan hujan yang jadi mitos lelaki hujan dengan cerita yang amat salah".
Malam menghirup nafas panjang"Nah!Wanita,sambutlah pagimu dengan ceria".
Dan keduanya saling melempar senyum.
"Pagi knapa kmaren kau tak datang?"
"Maafkan aku wanita" jawabnya seraya membelai lembut "kau tahu apa yang kulakukan selama pergi?"
Wanita menggeleng.
"Aku menemui Sang Pencipta,aku sengaja mengajakmu,karena kau takkan kembali bila kau k sana".
"Umtuk apa?"
"Untuk meminangmu Wanita?"
"Sungguh!"Wanita terkejut sekaligus girang.
"Lalu bagaimana?"tanya Wanita selanjutnya penasaran.
"Awalnya sulit! tapi Sang Pencipta sangat mencintai mahlukNya,Ia tak membiarkan kita menderita"
"Jadi?"Wanita tak sabar mendengar hasilnya
"Aku tah diijinkan!"
Wanita pun bersorak kegirangan.
"Tapi ada satu syarat untuk itu"
"Apa?"
"Kau tak bisa tinggal di sini, kau harus pergi ke suatu tempat dimana aku akan selalu di sana."
"tak pernah pergi?"
"Tak pernah!di sana aku lebih hebat dari pada tempat dimanapun aku berada,tapi aku harus tetap melaksanakan tugasku untuk mendatangi setiap belahan dunia,apa kau terima".
"Aku terima syarat apapun itu"
"Apa kau akan selalu menungguku?".
"Selamanya".
"Akan kubawakan salju untukmu ketika aku pulang dari kutub dan akan aku bawakan jutaan mekaran bunga serta tunas ketika aku pulang dari tropis,serta kan kubawakan sentuhan spesialku yang kudapat dari gurun yang mampu menggugurkan secara ra serentak".
"Aku belum pernah melihat kau yang sehebat dan seistimewa itu".
"Tentu saja".
"Pagi,bawa aku ke sana sebelum kita terpisah oleh jodoh sejenisnya ataupun mautku".
"Kau serius? tak akan menyesal?"
"Tentu saja!Tak akan pernah menyesal".
***
Ahirnya pergilah mereka berdua pada tempat yang dipilihkan Sang Pencipta di salah satu sudut bumi,persis seperti yang dikatakan Pagi.Dan mulai saat itu Pagi semakin singkat saja melewati bagian dunia lainnya,karena dia selalu terburu-buru untuk kembali pulang ke tempat Wanita yang selalu merindukannya.Keduanya saling setia dan mencinta,meski Wanita telah berubah,berkurang panca indranya serta tubuhnya yang telah termakan usia hingga ia Kembali padaNya.
Tapi hingga Pagi tetap setia di tempat itu meski pada ahirnya wanita kembali pada Sang PenciptaNya.Pagi tetap lebih lama di tempat itu selamanya tanpa pendamping yang lain lagi hingga ahir waktuNya di dalam semestaNya.
Diposting oleh rokka di 01.09 0 komentar
Label: Cerita Cinta Wanita
