Ketika kau datang.... aku tak menganggapmu seperti dia yang selalu mengirim bunga di tiap pagiku dan sederet pouisi rindu di layar hanphoneku.Dan akupun tak membedakan antara kau dan sederet tawa yang mengelilingiku ketika bercanda.Namun kau selalu berusaha ada d sekitarku,di setiap inginku akan keberadaanmu.kau tak pernah henti mencoba mengisi tempat spesial di hatiku.
Aku tak pernah membiarkan orang memasukinya dengan mudah karena terlalu banyak hal yang tak terduga ada di sana.Bahkan sosok pangeran yang nyata-nyata kusanding saat itupun,tak ku ijinkan memasukinya.Kurasa dia tak akan sanggup,tak jarang akupun mengusirnya pergi karena yang dapat aku berikan hanya sebatas kasih sayang saja.Bukan cinta.Tapi kau terus dan terus mencoba.Kau janjikan sejuta hal yang selama ini telah kutepis dari mimpiku,karena ku tak meyakini kehahadirannya nyata dalam hidupku.Akupun luluh hingga ahirnya kuberikan kunci pintu hati itu padamu.
Ku pandu kau menngenal setiap detil interior di dalamnya.betapa subur dan megahnya tatanan benih cinta yang tumbuh di dalamnya.Kaupun terkesima untuk sesaat.Kau terkagum dan memintaku menjaga semua itu bersamamu dan hanya untukmu.Pasti tiada keberatan untukku melakukannya karena kupikir kaulah yang kunanti slama ini untuk menghuninya bersamaku dan merajut kisah indah yang abadi.bersama dengan tumbuhnya benih cinta ini menjadi pohon yang rindang dan indah.
Kau memintaku mengenalkannya lebih detail lagi.Dan ku tanyakan padamu apakah kau bisa menerimaku apa adanya?kau dengan mantap dan penuh keyakinan berkata"ya".akupun memegang erat-erat satu kunci pintu terahir.Sedikit ragu dalam hatiku akan tekadmu bersamaku dan kucoba sekali lagi menanyakan kesanggupannya.
"kau kan lewati sebuah parit kecil tanpa jembatan.di mana pikiranmu terburuk di tentangku akan terjawab dengan kata "iya",sanggupkah kau?"
Dan untuk ke sekian kali kau menyanggupiku,akupun tak bisa mengelak dari pupus-pupus baru yang tumbuh dalam tanaman cintaku untukmu.Tak kuragukan lagi kau pasti bisa menempuhnya.....anganku begitu melayang menggapai rambatan tanaman syurga di impianku. "Ahirnya akan ada sebuah hati tempatku berpulang setelah sekian lama aku terlantar dan sendirian,merintih sendiri dalam gelap dan sunyi" batinku
Sesuai janjimu kaupun melewati parit hatiku.Dan kuberikan kunci pintu itu padamu,dan kujanjikan sebuah kado spesial yang indah dan tak pernah kau sangka-sangka.tapi aku salah aku baru menyadari bahwa aku tak bisa membaca perubahan niatmu.aku terlalu bahagia dengan rasaku sendiri serta terlalu sibuk menyirami setiap benih yang ku tanam.maka ketika kado terindah yang berisi Kesucian dan Kehormatan wanita seutuhnya akan kutunjukkan padamu,tanpa kusadari ternyata kau telah membangun desain yang sama dengan hatiku
di hati wanita lainnya.Aku masih sibuk mengulur waktu menunggu waktu yang tepat dimana kan kau temukan sejuta bahagia yang lebih terkira.hanya dengan mendengar bisikku dan sumpahku atas kesucian dan kehormatan dari setiap jengkal diriku,yang tak pernah ku biarkan terjamah oleh nafsu.karena semua itu kan kuberikan untuk Cintaku yang tlah kunobatkan sebagai milikmu sejak kunci pintu terahir ini kubukakan untukmu.
Aku terlambat menyadari nyanyian hati yang berderit-derit di ruang dengarku,berulang kali ku abaikan semua itu karena kau selalu senandungkan kata "Percayalah Padaku" dengan lantang di ruang pandangku hingga akupun buta akan lambaian dedaunan pohon cintaku yang resah akan layu.
senyum penuh cinta untukmu masih terlukis manis di wajahku yang mulai merona karenamu.hingga tiba-tiba senandung itu terhenti dan terganti dengan pernyatanmu bahwa hatimu tlah termiliki oleh yang lain.Meski masih tak berpenghuni.Saat itu senyum itupun masih melekat di sana walau tak se gemilang yang lalu.kaupun mengambil langkah menjauh dariku tanpa sempat kau buka genggaman tanganku yang berisi bola kaca mahkotaku.sebagai pembuktian pernyataanku akan keberadannya.dan Semua kan kupersembahkan padamu di kala waktunya tlah tiba.
Kaupun membuka sekali lagi pintu itu.tapi kali ini bukan untuk memasukinya dan menawarkan syurga impianmu untukku.Tapi untuk meninggalkannya selamanya.Aku hanya diam terpaku penuh kecewa tapi penuh pasrah,pada takdir pencipta.Hingga kudapati sebuah kenyataan yang tak pernah kuakui selama ini.Kulihat tata ruang hati yang kau datangi sekarang 80%nya sama dengan karyaku untukmu.Senyum itupun seketika menjadi teriakan yang tercekat di tenggorokanku,dan akupun mencoba meraihmu lagi tapi kakiku tersangkut akar-akar hingga terjatuh dan terluka.Kaupun hanya tersenyum bahagia memandangku seraya menutup pintu hatiku secara perlahan,tanpa dapat kucegah.Karena setelah itu aku tak dapat membukanya kembali dengan keadanku seperti ini.butuh waktu yang tak sebentar untukku bisa bangkit dan sembuh.Serta keluar dari ruang yang penuh jejak langkahmu gaungan swaramu dan hampir smua tentangmu.
kau berusaha menenangkanku di luar sana bahwa smua luka kan segera sembuh hanya dalam 2 minggu saja.Aku hanya meringis kesakitan sendiri tanpa menjawab apapun.Hanya bergumam sendiri "Aku pemilik ruang ini,aku yang membagunnya,dan hanya aku dan Tuhan yang tahu kapan pulihnya smua ini,bukan kau dan berjuta mahkluk disana".
Dan sekarang yang tersisa hanyalah aku sendiri yang masih terluka dengan menyenandungkan ribuan rasaku yang masih mencintaimu.................
Menunggu waktu menguatkanku pada luka yang tak mungkin tak berbekas ini.Dan memberikan sebuah tenaga untuk teriakkan satu kata yang masih tercekat di tenggorokanku yang tlah membeku....................
Senin
Saat kuterima hadirmu di ruang Cintaku
Diposting oleh rokka di 20.40 0 komentar
Langganan:
Postingan (Atom)
