
(Chapter II)
Dingin.....seperti titik embun ketiika singgah ,bukan seperti hujan.Mungkin karena syarafku baru saja hidup setelah mati suri tadi,jadi tak begitu peka.Aku juga sedikit lupa apa yang terjadi tadi yang ku ingat..............
"Sudah mulai segar" Sebuah suara berat mulai memasuki ruang dengarku."Tapi,beberapa daunnya ada yang masih layu"lanjutnya.
"Tentu saja" umpatku dalam hati"aku belum ada persiapan untuk berpindah seperti ini,mana badanku lemas semua dan akarku masih nyeri...aduuuuuh!
"Sesampai di rumahmu pasti baik-baik aja kok" Kali ini suara pak temon,pasti aku hafal benar.Enak saja baik-baik aja,serasa hampir mati begini kok baik-baik saja.tunggu...tunggu...tunggu...apa maksud kalimat terahir tadi itu?"sesampainya di rumahmu?" apakah itu berarti aku akan bepergian? oh....... tidak itu sangat melelahkan,akan ada angin berkekuatan setengah badai yang menerpaku dan aku harus menghadapinya dengan sekuat tenaga."Tidak....Tidaaaaaaaaaaaaaaaak!!!" aku mencoba untuk berteriak...tapi percuma mereka tak akan mendengar.
Mimpi apa aku semalam hingga semua ini terjadi padaku....Tuhan aku kan rajin berdoa PadaMu?aku sudah bahagia di sana....tidak perlu lebih lagi.Sungguh aku tak yakin aku sanggup menjalani hari ini."uuuuuuuuuuuh!"
Tak terdengar lagi suara-suara,semua hening.hanya tinggal semilir angin dan taw riuh para semut yang entah sedang berpesta di mana.Kuputar-putar otakku,mencari bagaimana cara agar aku bisa lari dari keadaan ini.Pura-pura mati? jelas tak munkin aku sudah diciptakan tanpa keahlian seperti itu,tidak seperti hewan ataw manusia yang bisa mengelabui dan bersilat lidah.Sempat terpikir untuk lari....pergi kabur jauuuuuh dari sini.Tapi aku tak punya kaki,aku mahluk berakar.Lagipula aku tak tahu mana-mana."Arrrrrrrgh!!!bagaimana ini?" atau sebaiknya aku mati saja? Tapi aku kan bukan Manusia yang bisa mencabut nyawa seenaknya,meski Tuhan belum berkenan mengambilnya.
"Rupanya hari sudah sore,saya harus pulang.Takut kemalaman di jalan".Terdengar suara itu lagi...padahal aku baru mendengarnya tiga kali dalam hidupku ini,kenapa aku merasa begitu ketakutan ya...Tubuhku juga merinding tak karuan,dan tapa kusadari duri-duriku juga mulai lemas.
Mata pemuda itu memandangiku beberapa kali,dari jauh dan dari dekat kemudian dia memutar-mutar potku beberapa kali membuatku pusing saja dan serasa kram di bagian akar-akar yang tertekuk tak karuan.Mau apalagi sih orang ini! belum puas dia menyiksaku secara batin dan lahir.Dan sialnya aku tak dapat melakukan apapun untuk melawannya.Aku hanya bisa pasrah saja,saat dia mengangkatku dan membawaku menuju sebuah benda aneh yang berbunyi tak karuan,kadang-kadang juga mengeluarkan bau mirip cairan pengusir hama tapi lebih menyengat dengan dua kaki berbentuk bulat dan menyeramkan.Padahal bentuk benda itu sudah sempat memudar dalam memoryku,terahir aku bertemu dengan benda atau mahluk sejenis sekitar 700 putaran matahari yang lampau.
Ada sedikit perbedaan dalam pertemuanku dengan mahkluk ini,dulu Pak Temon hanya memasukkanku dalam sebuah kantong transparan saja,lalu me naruhku di tubuh bagian depannya.Tapi kali ini berbeda manusia yang satu ini menaruhku di bagian tengah tubuh benda atau mahluk aneh ini sambil mengikatlu dengan tali-tali agar aku tak goyah.Aduuuuuh bagaimana ya..... apa menyeramkan seperti dulu,atw bagaimana?...aku sangat mencemaskan tubuhku yang masih lemah ini,tapi aku hanya bisa berdoa semoga Tuhan melindungiku.....yah begitu saja.Akupun menutup mataku perlahan sambil komat kamit memanjatkan doa.
Terdengar suara pPak temon mengucap salam perpisahan pada manusia yang satu ini,disertai sucapan salam beruntun lainnya dari beberapa wanita yang hadir di sana.
"Moga-moga cocok ya.....!"sebuah celetuk terahir yang tertangkap olehku.Dan aku tak peduli lagi aku hanya tetap berkomat-kamit memanjatkan do'a semoga aku akan baik-baik saja.
***
Semilir angin malam membelaiku perlahan,awalnya.Semuanya masih tenang,ada sedikit perasaan lega di hatiku.Namun semua itu segera sirna saat kudengar suara parau dari benda atau mahluk aneh ini.bahasanya sungguh tak mengerti,aku hanya seperti dibentak-bentak saja.Tapi... bau yang menyengat itu tidak terlalu menyengat.Dan....
"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUH" Teriakku sekuat tenaga tanpa dapat ku cegah lagi,Serasa dunia akan hancur perpaduan suara kencang dan paraw yang hampir mirip petir dari benda atau mahluk aneh ini tak pernah henti membentak-bentakku diikuti dengan angin kencang yang hampir mirip beliung.Aku tak berani membuka mataku yang masih kupaksa menutup rapat-rapat.Hingga ahirnya semua mereda,baik suara maupun angin kencang itu.Pelan-pelan kucoba membuka mataku.
"Satu.....Dua.....Tiga..."hitungku sambil perlahan membuka mataku,Aku terperangah dan terkejut setengah mati,banyak sekali kunang-kunang di sekitarku dan ada yang ukurannya 10 bahkan 1000 kali lipat dari yang pernah ku temui.Apakah ini dunia mumpi?
"Auuuuuuu!!!!"teriakku ketika kucoba goreskan salah satu daunku pada salah satu duriku."ini bukan mimpi!!!!"pekikku tertahan.dan jantungku serasa mau jatuh,ketika kudapati banyak sekali benda dan mahluk aneh yang belum pernah kulihat,semuanya bersuara aneh dan menggelegar seperti benda atu mahluk yang sedang kutumpangi ini.Bahkan ada yang lebih besar 10 kali lipat dari benda atu mahluk ini.
Ternyata ada bagian dunia yang seperti ini,knapa lebah tak pernah cerita ya....?bahkan aku sepertinya tak pernah mendengarnya? sejenak aku mncoba menggali memoryku tentang semua cerita yang pernah hinggap di otakku ini,tapi....
"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUh" benda aneh ini melesat begitu saja tanpa bicara dulu padaku,akupun tak sempat menutup mata.Baru ku akui benda ini bagus juaga,larinya begitu cepat.Lama-Lama aku juga agak terbiasa dan sepertinya tubuhku mulai agak kuat,rupanya Tuhan mengabulkan do'aku.Dan akupun mulai sedikit terbiasa dengan suasana ini,tapi sangat sedikit sekali lo.....!
Sebisa mungkin aku coba menikmati keadaan ini,aku mengoyangkan tubuhku kekanan dan kekiri dan sesekali kusenandungkan lagu-lagu yang diajarkan oleh rumput-rumput serta saudaraku yang lain di sana,tempat yang kutinggalkan beberapa saat yang lalu.Aku mencoba menghibur diriku sambil membayangkan bayangan terindah yang berusaha kuhadirkan dalam otakku.
(to be continue)
'
Selasa
Cinta Sang Mawar
Diposting oleh rokka di 04.38
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar