Selasa

GATOT KACA MENCARI JODOH

part I
Pagi ini sang Gatot kaca nampak sedikit gelisah,duduknya nampak tidak tenang.Sesekali dia berpindah posisi bahkan tak jarang dia beranjak berdiri sdan kemudian mondar mandir tanpa arah.Nampaknya sang Gatot Kaca sedang dirundung masalah yang besar.
"Ada apa gerangan Tuanku gatot kaca,nampaknya anda sangat gelisah sekali?" tanya Anoman yang mulai tidak dapat menahan rasa penasarannya.
Namun Gatot Kaca tak segera menjawab pertanyaan anoman dia hanya memandang sekilas wajah abdinya yang setia itu.Anomanpun tak berani mengulang pertanyaannya dia lebih memilih diam dan menunggu sang Gatot kaca untuk angkat bicara.keadaan sunyi sekitar 20 menit sudah dan sang gatot Kaca belum juga mengeluarkan suaranya.
"Anoman!!" Panggilnya lirih pada abdi setianya."Apa saya ini jauh dari sempurna?"tanyanya kali ini sang Gatot kaca mengabil posiisi d depan cermin kamarnya.
"O.. tentu tidak,Tuanku justru adalah yang sempurna...otot baja balung besi tuanku seluruh dunia mengakui ke unggulan Sang gatot Kaca itu" puji Anoman sebagai jawaban pertanyaan sang Gatot Kaca.
"Tidak usah menjilat berlebihan begitu Anoman.....seingat saya.... saya belum mematenkan julukan itu,wah .. bau ingat saya Anoman ,bagaimana nanti klo keduluan sama Super Man?"ujar Gatot kaca semakin panik saja
" Wallah tidak usah kawatir tuanku, klo memang julukan otot baja balung besi memang sudah di klaim oleh Super Man ,tuanku masih punya satu keunggulan yang tidak munkin di klaim oleh Super Man"
"Apa itu ?" tanya sang Gatot Kaca dengan penasaran yang tinggi
"Kumis melintir baja Tuanku... Super Man tidak munkin dapat me ngeklaimnya to?"
Sebuah senyum mengembang di wajah Sang Gatot Kaca,sebuah kepuasan nampak sedang menghinggapi satu sudut hatinya.
"Pintar kamu Anoman,benar juga saya tidak pelu berebut dengan Super Man hhahahahaahahahaah "
"Tuanku..."
"Ya...? " tawa sang Gatot kaca segera terhenti mendengar sapaan Anoman.
"Kalau tuanku tidak keberatan bolehkah saya mengajukan satu pertanyaan ?"
"Tentu saja Anoman bertanyalah ...!!"
"kalau boleh saya mengetahuinya.. apakah gerangan perkara yang membuat tuankugelisah sejak pagi tadi....?"
Wajah sang Gatot kaca yang semula berseri kembali mendung.di kerutkan dahinya berkali-kali seraya memegang kumis tebalnya.
"Begini saya ini kan gagah,perkasa,pahlawan tanpa tanding...benar kan?"
"Betul sekali itu tuanku ... andalah sang pahlawan tanpa Tanding itu "tegas anoman atas pernyataan Tuannya.
"saat ini saya sepertinya berkeinginan hendak melepas saja gelar Pahlawan tanpa tanding ini"
"lho... knapa tuanku?"sahut Anoman terkejut bukan kepalang"bukankah itu gelar yang banyak di idam-idamkan semua pahlawan seantero jagad ini?"
"ittu karena sampe saat ini saya sedang merindukan lawan tanding,saya sudah bosan ini sendiri terus.."
Anoman kebingungan mendengar ucapan tuannya tersebut "maksudnya apa to.. Tuanku sang Gatot Kaca yang perkasa !!"
"ya... saya kan lelaki yang.... tangguh, perkasa dan gagah berani bukan?semua orang sudah mengakuinya"
"benar sekali tuanku... lantas ?"
" ya saya pengen punya lawan tanding..Anoman,yang lembut,anggun dan lemah gemulai tapi juga yang bisa menghadapi keperkasaan dan ketangguhan saya"
"waduh tuanku ini kok aneh- aneh saja.... ya mana ada mahluk yang lemah gemulai, anggun, dan lembut menjadi lawan tanding Tuanku di medan pertempuran?"
"ya jelas g ada to ... klo di medan pertempuran perang...yang saya maksud medan yang lain..."
"yang lain? maksud Tuanku?"
"Medan yang itu lo...."jawab sang Gatot kaca seraya mengangkat alisnya beberapa kali.tapi ruppanya itu tidak menjelaskan apa-apa pada Anoman.Anomanpn masih bingung dengan pemikirannya yang sibuk menebak-nebak maksud sang Gatot kaca.
"susah ngomong sama orang yang IQnya gulung tikar kayak kamu...'gumamGatot kaca
"lho saya kan bukan orang Tuanku... saya kan Monyet... Tuanku lupa ya...?
" iya ya.....heheheheheheh"
"makanya tuanku... di perjelas saja perkatannya... yang di maksud dengan lawan tanding itu apa? trus medan yang lain selain medan pertempuran itu apa?saya ini tidak biasa menerima intruksi seperti itu yang saya pelajari dari kecil itu itruksi yang sedehana saja Tuanku...seperti...Sarimin pergi ke pasar...atau sarimin naik sepeda...begitu Tuan"
" Lho kok sarimin? namamu kan Anoman?"
" Itu kan nama saya setelah saya masuk kitab Ramayana oleh Maharsi Valmiki ,sedangkan nama saya yang asli ya sarimin itu Tuanku"
" itukan nama Artis kamu ya? berarti KTP kamu sekarang masih sarimin dong....?"
" Iya Tuanku... wah pasti Tuanku tidak memeriksa data sensus ya...?
" hehehe iya Anoman sudahlah... kembali k topik awal saja"
" iya bener Tuanku ....gimmana-gimana tuan?pertanyaan saya tadi?"
" sebentar - sebentar.. pertanyaanmu tadi apa Anoman? saya Lupa.."
" waduh tuanku ini Satria gagah tapi kok pelupa....ck..ck..ck.."
" Kesatria kan juga manusia, ya kan?"
" he iya... Tuanku..jadi gmn?"
" kembali ke topik " tegas sang Gatot Kaca, "sebentar saya ingat-ingat dulu pertanyaan kamu tadi"
Sejenak pun sang Gatot Kaca nampak berfikir keras.
"saya bantu saja tuanku, bagaimana?"
" tiadak usah Anoman, saya kan mahluk cerdas dan ber IQ tinggi saya pasti bisa!!"
sekitar 20 menit anoman menunggu sang Gatot Kaca mengorek-ngorek ingatannya.
" Nah anoman saya sudah ingat!" teriak Sang Gatot Kaca dengan wajah yang bersinar-sinar "jadi,yang di maksud dengan lawan tanding yang lemah gemulai,anggun dan lembut adalah wanita. dan yang aku maksud dengan medan yang lain selain medan perang itu ya... kasur... atau ranjang?"jelas sang Gatot kaca "jadi yang intinya adalah aku ini pengen cari jodoh...Anoman"lanjut sang gatot kaca.
" oalah Tuanku...Tuanku, lha wong mau ngomong pengen kawin aja repot banget.."
Sang Gatot kaca hanya tersenyum tersipu-sipu menghadapi sikap anoman .
" Tuanku tinggal bilang saja.. mau yang bagaimana biar saya yang carikan" tawar anoman dengan semangat yang menggebu-gebu.
" ya.. yang seperti tadi anoman...lembut, lemah gemulai dan anggun,gmn? kamu sanggup?"
" Sendiko dawuh Tuanku, saya sanggup melakukannya,saya akn kerahkan seluruh jiwa raga saya untuk kebahagiaan tuanku Gatot Kaca yang agung"
" alah g usah lebai... kamu ini bantuin saya cari jodoh bukan berangkat ke Medan perang..."
" lho ga apa2 tuanku biar terkesan dramatis gitu lho...heheheeh"
" yo..yo.. teerseah kamu...pokoknya dapet sesuai pesanan saya ok?"
" Ok Tuanku saya Berangkat!!"
Maka berangkatlah Anoman untuk mencari calon yang sesuai dengan keinginan sang Gatot kaca. Dia terbang menyusuri langit ber start d tanah melayu ber rute mengelilingi mengelilingi 5 benua dan 4 benua.Meenjelajah setiap Rt ,Rw ,desa,kelurahan, kecamatan, kabupaten,kota madya,Propinsi,Negara, bahkan dia sempat menemi ibu negara ani yudoyono,maksudnya mau meminang anisa pohan sayangnya anisa pohan itu menantunya ibu ani yudoyono jadi batal deh.
" waduh... gmn ini, seluruh pejuru nusantara ini sudah saya obrak abrik.. tapi belum ada yang cocok dan sesuai dengan kriteria Tuanku" keluhnya."ssebenarnya bukannya belum dapet sih.. tadi,da ketemu Donita..artis "cinta fitri" itu.. e ternyata dia da balikan sama mantannya,da g pnah nonton infotaiment,mau ngaja Tamara bllezenski kasusnya juga sama.e.. ketemu si gadis anggun kinyis-kinyis pas lewat rumah ibu negara ... lha kok ternyata menantunya.pantesan dulu saya g pnah lihat.d rumah ibu negara.
" betapa malang nasib ku........" sebuah nyanyian bergaya sinden terdengar samar-samar begitu merdu dan damai.serta memilukan hati. membuat sang Anoman tertarik untuk mengetahui siapakah sang pelantunnya.Anomanpun tak ingin membuang waktu lama,dia segera bergerak mencari asal muasal suara tersebut.di telusurinya satu..satu gang2 semut gang kelinci hingga jalanan besar.ahirnya Anomanpun menemukannya,suara itu berasal dari seorang gadis manisyang sedang menangis sambil mengiris bawang putih...
"Ai...ai.. wahai gadis manis apakah gerangan yang membuatmu menangis dan meratap sedemikian rupa?"
"arrrrrrrrrrhhhhhhhhhhhhhhh ....."sang gadis pun menjerit sedemikian rupaketika mendapati sosok anoman berbicara bahasa manusia."maaf mbah... saya memang berniat minta nomor, tapi kok mbah sudah dateng duluan.padahal nomor togelnya lum saya beli?"
" waduh saya bukan peramal nomorc togel cah ayu...saya anoman... Anoman? tau kan?"

0 komentar: