Senin

Cinta Sang Mawar



Mawar itulah nama dan kodratku sebagai jenis tanaman,Aku anggun kata mereka dan akulah pelambang cinta.Mereka terlalu sok tau tentangku.Tau apa mereka tentang cintaku....seenaknya saja memetikku dan bersikap romantis pada gadis2 dengan mempersembahkan diriku,membuatku iri saja.Aku saja belum pernah mengenyam bagaimana rasa cinta itu,yang aku tahu hanya selalu ada tangan-tangan mereka yang merawatku menyinkirkan ulat-ulat yang mencoba memakan daun atau kelopakku.Terkadang mereka juga menyemprotku dengan cairan aneh yang berbau tak karuan hingga membuatku sedikit pusing.sama seperti ulat2 itu,bedanya mereka bisa pergi dan berlari sedangkan aku hanya bisa tetap berdiri di sini dengan akar-akarku melawan terik dan gelap malam,serta kadang menantang hujan.Tapi sesekali ada juga yang begitu gembira memandang bungaku menghirupnya dalam-dalam seolah-olah ingin menelanku.Mereka memuji keindahanku..........ups salah! mereka cuma mengagumibungaku saja.Tanpa itu, aku tak beda dari belukar di sana.
Hari ini tunas-tunasku sudah besar kuncup-kuncup bunga mulai muncul dari ujung-ujungnya.Maka,seperti biasa mereka yang merasa memiliki tanah tempatku berakar ini akan menjengukku sehari 2 kali,Pagi dan sore.dan itu akan berlaku hingga bunga-bungaku siap dipanen.Dan setelahnya,kadang ku merasa lupa mereka ada.....atau mereka lupa aku ada.
"Sungguh enak menjadi kau Mawar" siul seekor lebah pekerja yang juga rajin meninjauku saat seperti ini."dikagumi dan dipuji banyak orang"
" ya...ya...ya..."
"Andai aku menjadi dirimu" angan lebah..."tentu aku tak perlu berkeliling menjenguk tiap tanaman bunga yang ada radius kilometer dari tempat tinggalku sekarang ini,aku hanya tinggal santai santai saja berdiri di atas akar-akar ku"
"Wah ..... aku tak menyangka kau menginginkan menggantikan aku"
lebah hanya tersenyum centil seperti biasa.
"Tapi kau akan menyesal karena kau tak punya kesempatan berkelana"
"Oh benar juga...."jawab lebah dengan muka kocaknya yang terbelalak seolah amat sangat terkejut.
Aku tertawa cekikikan sendiri saja,sambil menggoyang-goyangkan dedaunanku.
"Aku pergi dulu Mawar... hari keburu gelap.aku harus menjenguk Oma mahoni yang tumbuh 200mtr lagi".
"Ok.....sampaikan salamku padanya?"
Lebah tersenyum lebar menyeringai seraya meninggalkanku.
Aku tak menyadari kalau itu adalah terahir kalinya aku mengobrol dengannya.
***
Esoknnya pagi-pagi sekali ketika fajar masih baru mengintip dari balik tempat persembunyiannya,dua pasang langkah kaki mendekat perlahan padaku.Mataku yang masih sendu mangerjap-ngerjap mencoba melawan kabut di sekitarku.
"Warnanya putih".Terdengar sebuah suara berat sedikit parau mengeluarkan kata-kata itu,itu pasti Pak Temon.menurut bisik-bisik serta celoteh yang singgah di ruang dengarku,dialah pemilik tanah tempatku berakar ini.
"OOOOps" pekikku tertahan ketika ku menyadari sepasang mata memandangi setiap jengkalku dengan seksama.Jantungku berdegup kencang saat itu,dan kembali lagi seperti semula ketika kudapati sebuah senyum manis kepuasan terlukis di wajah garangnya itu.
"Aku pilih yang ini saja"Ucapnya tiba-tiba.
"Yakin tidak mau yang lain?" tanya Pak Temon mencoba memastikan jawaban pemuda itu yang belum sempat ku tahu namanya.
tunggu......... apa maksudnya tadi itu? yang ini saja? apa dia mau mencabutku? tidak...tidak pasti sakit ketika akar-akarku ada yang patah nanti..semoga ini hanya dugaan saja.
Sial,ternyata aku salah kurasakan perih yang sedikit demi sedikit merayap di setiap akarku...hingga akhirnya aku sadar aku terpisah dengan..........tanah ......ku
"AAAAAAAAAAAAArgh , Kau pergi!!!!!!!"teriak cacing kecil yang tinggal tak jauh dariku."kenapa tak bilang?"
Aku hanya diam,tenagaku perlahan habis hingga tak sanggup meski hanya untuk menggoyang daunku saja.Semua terasa berputar-putar samar-samar nampak sekelebat lebah kocak itu yang menatapku sedih.dan setelah itu semua gelap.......gelap dan aku tak tahu lagi apa yang terjadi padaku.
to be continue.

Do you think playing in the rain romantic (girlfriend or Boyfreind.)

Do you think playing in the rain romantic (girlfriend or Boyfreind.)