Sabtu

LONG VACATION

part II

Malam itu aku baru keluar kosku jam sembilan lebih seperempat.Terlalu dini sebenernya,tapi toh aku harus mengamati beberapa hal sebelum menentukan letak dan model barang yang aku letakkan.Meski aku telah membuat gambaran sketsaku.Tapi, kepuasan pelanggan adalah yang utama.
" and give me littla try..!!!!!!" teriakan handphoneku membuyarkan renunganku akan gambar yang aku buat.
" nih !! " ucap Sofi sambil menyodorkan handphoneku ke arahku," Pak Arifin" lanjutnya yang menjawab tanpa aku tanya.
" Ya Pak...?"
" Tifa jadi kesini jam berapa ?" tanya pak.Arifin dari seberang sana.
" Ini saya masih di jalan Pak!"
" O iya..saya takut Tifa lupa "
" oh tentu tidak kok Pak, saya kan da menyanggupi.."
" ok klo gitu saya tunggu ya ,Tifa "
Obrolan kamipun terputus,
" Kenapa Pak Arifin mbak?" tanya sofi tanpa melepas pandangannya dari jalanan
" gpp cm pastikan aku g lupa aja sama jadwal hari ini "
" o....... "
hujan nampak mulai menyapa bumi malam itu,tetesnya masih rintik-rintik.Aku dan Sofi masih tetap meluncur menyusuri aspal yang mulai basah oleh tetes2 air hujan.
" Sof! jangan lupa..besok kita da jadwal ke Puri Manyar...kamu ingetin anak2 jangan sampai ada yang terlambat?" ucapku setelah membuka pesan teks dari Mas Andra.
" Sip mbak..." jawab Sofi sambil nyengir
Sofi adalah temen laki2 aku mengenalnya empat bulan yang lalu, ketika aku mencari bassist untk band yang aku manajemenin.dan,lama kelamaan aku da menganggap dy seperti adikku sendiri dan begitu pula dengannya.
" ntar pulang jam berapa Mbak!!"
" kurang tahu,tapi ntar aku tlp kamu deh...gpp kan?"
" Siap Bos!! "
ahir- ahir ini sofi yang rajin mengantar jemput aku.biasanya galih dan tatak yang mengantar jemput aku.semua adalah temen-temen yang sayang sama aku.
" Depan belok kiri Sof..... kita lewat pintu belakang."
" ok.."
2 menit kemudian Sofi sudah memarkir swift biru metalicnya d area parkir.kami pun serempak keluar...dan segera menuju bagasi mobil untuk menurunkan beberapa peralatan dan pernak pernik yang akan di pasang di area display sebagai pendukung desainku.
" kamu nggak tertarik cari kerja yang lain ta Mbak...?" tanya Sofi sambil membantuku membawakan tasku hngga ke lokasi tempat kerjaku." jam kerjamu ini kan g normal...pasti banyak yang mengira macam-macam tentang kamu"
" Maunya sih gitu Sof..! tapi aku kan cm tamatan SMu..emang di percaya gitu..? di syukuri ajalah " jawabku sambil tersenyum menanggapinya." by the way... thaks ya Sof.!"
" Ok deh mb... ati-ati ya.... !"
" kamu juga sof.."
Sofi beranjak pergi meninggalkanku sendiri,tanpa membuang waktu akupun langsung beranjak memasuki ruangan area kerjaku, dan langsung memulai pekerjanku.menata ini dan itu,memasang walpaper,bebrapa hiasan dan lampu-lampu sebagai efek cahayanya.tapi ditengah-tengah aku sibuk menata lampion yang menggantung di atas tiba-tiba kursi tempatku berpijak bergoyang,dan otomatis membuatku kehilangan keseimbangan.
" ahhhhhhh...!!!" sebuah teriakan terkejut terdengar sayup2 dari arah luar kaca.secara refleks akupun segera melempar pandang asal suara itu berasal.sesosok pemuda berbadan tegap memandangku dengan matanya yang tajam.
" maaf...."ucapku spontan.
sebuah senyum merekah dari wajahnya.dari bibirnya aku menangkap kata "nggak apa-apa" yang berarti dia menerima permintaan maafku.aku segera membalas senyum itu dan kembali menyelesaikan memasang satu lampion.
" tok..tok..tok "suara kaca di ketuk,oh ternyata pemuda tadi belum juga beranjak dari tempatnya berdiri.
" Apa?" tanyaku padanya,pemuda itu memberikan isyarat " ke kiri..." begitu huruf2 yang aku tangkap dari bibirnya." yang mana?"
pemuda itu menunjuk k arah lampion kecil di sebelah kanan ruangan.
" bagaimana? " Tanyaku padanya...dan aku dapatin dy menganggukkan kepalanya ke arahku.yang berarti dy setuju. " tunggu..!!" pekikku.mencoba mencegahnya untuk beranjak pergi.Aku segera mengambil langkah keluar dari area etalase.
" Nih!!" aku sodorkan sebuah susu kotak padanya,ketika aku telah smpai tepat dihadapannya.
" apa ini?"tanyanya padaku
" sekedar ucapan terima kasih aja"
" aku memotong jam kerjamu?"tanyanya padaku.
" Tidak..!! aku hanya mengambil istirahat saja...kau sama sekali tidak mengganggu."
Pemuda itu tersenyum padaku " kalau begitu kapan - kapan aku boleh dong mengajakmu makan?"
" asal jelas saja makanannya... jangan menyan"
tawapun berderai di antara kami.entah mengapa keberadaannya terasa aman bagiku,meski tampangnya sedikit nampak seram,tapi sepertinya dia cukup humoris.